Menjaga Perkembangan Saraf Anak dari Makanan - Yayasan Ginjal Indonesia

31/12/2020
Share Postingan

Menjaga Perkembangan Saraf Anak dari Makanan

31 Desember 2020

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Gambar anak makan oleh bing.com

Yagin, Jakarta – Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, semua bagian tubuh anak sangat penting untuk dirawat dan dipenuhi kebutuhan gizinya. Tak terkecuali dengan sistem saraf anak, yang mana ini adalah serat-serat yang menghubungkan organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).

Sistem saraf memiliki peran yang penting, ia bertanggung jawab untuk mentransfer impuls dari otak ke seluruh tubuh supaya bisa menjalankan fungsi organ. Apalagi pada anak, fungsi organ yang baik sangat ia butuhkan untuk proses belajar. Jadi, tak heran jika sistem saraf yang rusak bisa memengaruhi fungsi tubuh. Untuk mencegah kerusakan tersebut, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi saraf.

Berikut ini adalah daftar makanan yang baik untuk menjaga perkembangan saraf anak:

  • Sayuran Hijau 

Sayuran berdaun hijau kaya akan vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, dan magnesium yang semuanya penting untuk berfungsinya sistem saraf tubuh. Vitamin B sangat penting dalam proses sintesis dan sirkulasi neurotransmiter, yang merupakan bahan kimia otak yang mengatur detak jantung, pernapasan, dan pencernaan. Magnesium juga membantu menenangkan saraf. Vitamin E dan C juga bertindak sebagai anti penuaan untuk sistem saraf, sehingga memastikan saraf selalu sehat.

  • Ikan

Saraf dilindungi oleh selubung mielin, yang mengandung asam lemak tingkat tinggi. Jadi, orang yang kekurangan asam lemak bisa mengalami kerusakan saraf. Ikan memiliki asam lemak Omega 3 dan dengan demikian membantu penyembuhan saraf dan sistem saraf. Tingkat asam lemak omega 3 yang rendah dikaitkan dengan volume otak yang lebih kecil dan kinerja mental yang buruk. Ikan salmon merupakan sumber kaya omega-3 yang dapat memperkuat kekuatan otak.

  • Cokelat Hitam

Tidak semua cokelat diproduksi dengan cara yang sama. Faktanya, 70 persen cokelat yang tersedia di pasar diproses dengan sangat baik dan hampir tidak memiliki manfaat apa pun. Kini tampaknya kamu harus mengganti cokelat yang biasa anak makan dengan coklat hitam. Pasalnya cokelat ini penuh dengan flavonoid yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa ini akan membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah, ke otak dan jantung. Hindari susu dan coklat putih dan pilih coklat hitam yang diproses minimal dengan setidaknya 70 persen kakao. Ini akan memastikan bahwa anak mendapatkan manfaatnya untuk sistem saraf dan otak.

  • Brokoli

Brokoli adalah sayur hijau yang kaya akan vitamin K yang dikenal dapat meningkatkan kekuatan otak dan keterampilan kognitif. Banyak penelitian telah melaporkan bahwa karena brokoli kaya akan senyawa yang disebut glukosinolat yang dapat memperlambat pemecahan neurotransmitter, asetilkolin, yang dibutuhkan sistem saraf pusat untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Alhasil, ini membuat otak dan daya ingat kita tetap tajam. Kadar asetilkolin yang rendah juga dikaitkan dengan Alzheimer, jadi tak hanya anak, semua orang dari semua golongan usia wajib mengonsumsinya.

  • Telur

Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Boston melacak 1400 orang dewasa sehat selama 10 tahun yang mengonsumsi telur setiap hari, dan hasilnya menemukan bahwa asupan telur secara teratur menghasilkan kinerja yang lebih baik pada beberapa tes memori. Meski penelitian tidak dilakukan pada anak, tetapi sebagai kelompok umur yang sedang dalam masa belajar, manfaat ini sangat dibutuhkan anak. Selain itu, telur juga kaya akan kolin dan vitamin B. Saat anak mengonsumsi telur, kolin di dalamnya digunakan oleh otak untuk membuat asetilkolin, neurotransmitter yang penting untuk memori dan komunikasi antar sel otak.

  • Alpukat

Buah ini kaya akan vitamin K dan folat, alpukat membantu mencegah pembekuan darah di otak. Selain itu, alpukat juga membantu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi yang sangat dibutuhkan anak dalam proses belajarnya. Selain itu, alpukat memiliki protein tertinggi dan kandungan gula terendah dibandingkan dengan buah lainnya.

Itulah makanan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan saraf anak. Ibu juga bisa tanyakan pada dokter di Halodoc mengenai gaya hidup yang baik untuk menjaga kesehatan otak dan saraf anak. Selain itu, dokter di Halodoc juga mungkin memiliki trik khusus untuk membantu meningkatkan kesehatan saraf, dan otak yang berguna untuk tumbuh kembang anak.

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image