17+ Makanan Harus di Hindari Agar Ginjal sehat - Yayasan Ginjal Indonesia

03/11/2020

ilustrasi by freepik

Jakarta, Yagin.co.id – Ginjal merupakan salah satu organ di dalam tubuh anda yang berbentuk menyerupai kacang dan memiliki banyak fungsi utama dalam tubuh. Dalam diri setiap orang memiliki dua ginjal, mereka memiliki tugas untuk menyaring darah, membuang limbah melalui urine, memproduksi hormon, menyeimbangkan mineral, dan menjaga keseimbangan cairan. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan resiko ginjal terkena penyakit. Faktor yang paling umum adalah diabetes yang tidak terkontrol dan tekanan darah tinggi. Selain itu alkoholisme, penyakit jantung, virus hepatitis, dan infeksi HIV/AIDS juga dapat menjadi penyebab penyakit ginjal.

Ketika ginjal mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi dengan baik, cairan akan menumpuk di dalam tubuh dan menjadi tumpukan limbah di dalam darah. Untuk menghindari atau membatasi makanan tertentu dan diet dapat membantu anda untuk mengurangi akumulasi produksi limbah dalam darah dan meningkatkan kembali fungsi ginjal untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Diet Untuk Penderita Penyakit Ginjal
Pelaksanaan program diet sangat bervariasi tergantung pada stadium penyakit ginjal yang sedang diderita. Misalnya, orang-orang yang berada pada tahap awal penyakit ginjal kronis akan memiliki batasan diet yang berbeda dari mereka yang menderita penyakit ginjal tahap akhir atau gagal ginjal. Mereka yang menderita penyakit ginjal tahap akhir yang membutuhkan dialisis juga akan memiliki berbagai batasan diet. Dialisis merupakan jenis perawatan untuk menghilangkan air tambahan dan menyaring limbah dalam darah atau yang biasa disebut dengan cuci darah.

Mayoritas penderita penyakit ginjal tahap akhir harus mengikuti diet yang ramah ginjal untuk menghindari penumpukan bahan kimia atau nutrisi tertentu dalam darah. Pada mereka dengan penyakit ginjal kronis, ginjal tidak akan dapat berfungsi secara baik untuk menghilangkan kelebihan natrium, kalium, atau fosfor. Akibatnya, mereka akan memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami peningkatan kadar mineral di dalam darah. Diet ramah ginjal atau diet ginjal biasanya akan membatasi natrium dan kalium hingga 2.000 mg per hari dan membatasi fosfor hingga 800 – 1.000 mg per hari.

Ginjal yang rusak mungkin juga akan mengalami kesulitan menyaring produk limbah metabolisme protein. Oleh karena itu, orang yang menderita penyakit ginjal kronis pada tahap 1 – 4 akan sangat dianjurkan untuk membatasi jumlah protein dalam makanan mereka. Namun, penderita penyakit ginjal stadium akhir yang sedang menjalani dialisis memiliki kebutuhan protein yang lebih besar. Berikut ini merupakan 17 makanan yang sebaiknya anda hindari saat menjalani diet ginjal :

Dark Soda atau soda berwarna gelap
Selain mengandung kalori dan gula, soda juga mengandung zat aditif yang mengandung fosfor terutama pada soda yang berwarna gelap. Banyak produsen makanan dan minuman menambahkan fosfor selama proses pembuatannya untuk meningkatkan rasa, memperpanjang usia simpan, dan mencegah perubahan warna sehingga tidak baik jika dikonsumsi secara terus menerus dan untuk penderita penyakit ginjal.

Buah Alpukat
Karena alpukat merupakan sumber kalium yang sangat kaya maka penderita penyakit ginjal perlu untuk menghindarinya.

Makanan Kaleng
Makanan kaleng mengandung sodium dan natrium dalam jumlah yang tinggi menyebabkan para penderita penyakit ginjal sebaiknya tidak mengonsumsinya.

Roti Gandum Utuh
Karena roti gandum memiliki kandungan fosfor, kalium dan potasium maka sebaiknya penderita penyakit ginjal disarankan untuk memilih roti putih biasa dibandingkan roti gandum.

Nasi merah
Sama halnya seperti roti gandum, bagi orang sehat roti gandum dan nasi merah akan sangat bermanfaat, namun bagi penderita penyakit ginjal harus menghindari mengonsumsinya.

Pisang
Pisang disarankan untuk dihindari oleh penderita penyakit ginjal karena kandungan potasiumnya.

Susu
Mengonsumsi susu terlalu banyak bersama dengan makanan yang kaya akan fosfor lainnya dapat merusakan kesehatan tulang penderita penyakit ginjal.

Jeruk dan jus jeruk
Karena kandungan potasiumnya, jeruk dan jus jeruk perlu dihindari demi kesehatan ginjal.

Olahan Daging
Olahan daging dikenal akan bahayanya yang bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit kronis sehingga tidak ada alasan lain untuk menghindari jenis makanan yang satu ini.

Acar dan zaitun
Olahan acar dan buah zaitun dalam proses pengolahannya akan ditambah sejumlah garam dalam jumlah yang sangat banyak dan dapat mengancam kesehatan ginjal.

Aprikot
Kandungan kalium dan potasium dalam aprikot merupakan penyebab utama mengapa makanan ini wajib untuk dihindari.

Kentang
Kentang dan ubi-ubian merupakan jenis makanan yang kaya akan kalium sehingga penderita penyakit ginjal harus bisa mengurangi konsumsi makanan ini.

Tomat
Tomat dikenal dengan buah berkalium tinggi yang sudah jelas sangat tidak sesuai dengan kesehatan ginjal.

Makanan dalam kemasan, makanan instan, dan premade
Ketiga jenis makanan ini mengandung natrium yang sangat banyak, orang yang sedang sehat saja dianjurkan untuk menghindari makanan ini terlebih lagi bagi penderita penyakit ginjal.

Swiss Chard, bayam, dan bit hijau
Ketiga jenis makanan ini tidak dianjurkan karena mengandung nutrisi, mineral, dan kalium dalam jumlah yang tinggi.

Kurma, kismis, dan prem
Ketiga jenis buah ini merupakan buah-buahan yang dikeringkan dan akan mengandung atau memproduksi kalium dalam jumlah yang cukup banyak.

Pretzel, keripik, dan kerupuk
Makanan-makan ringan yang sejenis ini merupakan makanan yang kurang nutrisi dan justru mengandung garam yang tinggi sehingga tidak baik untuk kesehatan ginjal.

Itulah beberapa makanan yang harus dihindari agar ginjal sehat.

 

Sumber: Jovee.id

Editor by: Sarmin


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia