Adakah Efek Berpuasa Pada Infeksi Saluran Kemih? - Yayasan Ginjal Indonesia

19/04/2021

19 April 2021

Yagin, Jakarta – Infeksi saluran kemih adalah kondisi infeksi atau peradangan yang dialami sistem kemih dalam tubuh, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, serta uretra. Ada beberapa gejala yang dialami seseorang ketika mengalami infeksi saluran kemih, seperti demam, sakit pada bagian perut dan panggul, nyeri saat buang air kecil, serta munculnya darah dalam urine.

Infeksi saluran kemih disebabkan karena adanya bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih. Kondisi ini akan semakin parah ketika pengidap infeksi saluran kemih mengalami dehidrasi. Lalu, adakah efeknya jika seseorang yang mengidap infeksi saluran kemih menjalankan ibadah puasa? Cari tahu faktanya di sini!

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih Pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Infeksi Saluran Kemih Akibat Efek Puasa

Menurut Dr. Manaf Al Hashimi, seorang ahli neurologi, ada peningkatan jumlah infeksi saluran kemih setiap memasuki bulan puasa. Kondisi ini terjadi karena ketika bulan puasa tubuh kekurangan air untuk mengeluarkan bakteri dari dalam tubuh. Hal ini yang menyebabkan adanya peningkatan infeksi saluran kemih.

Saat memasuki bulan puasa, kamu bisa mencegah infeksi saluran kemih dengan mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh kamu. Hal ini membuat tubuh kamu terhidrasi dengan baik sehingga bakteri dapat dikeluarkan dari tubuh.

Kamu bisa mengonsumsi air putih pada saat berbuka puasa, setelah berbuka puasa dan juga saat sahur. Kamu bisa menerapkan pola minum 2-4-2. Minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas setelah berbuka puasa dan 2 gelas saat sahur.

Selain itu, cairan tidak hanya kamu dapatkan dari minuman saja, kamu bisa mengonsumsi buah-buahan atau sayur yang memiliki kandungan air tinggi, seperti semangka, tomat, stroberi, atau timun. Tidak ada salahnya memasukan buah dan sayuran yang beragam dalam menu sahur maupun berbuka, agar kamu terhindar dari kondisi infeksi saluran kemih.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan cairan kamu, meningkatkan imunitas tubuh juga bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih selama bulan puasa. Kondisi infeksi saluran kemih nyatanya bisa terjadi ketika seseorang memiliki imunitas tubuh yang rendah. Kamu bisa meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan melakukan olahraga ringan sebelum berbuka puasa.

Baca juga: Bau Urine Bisa Jadi Gangguan Kesehatan, Benarkah?

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Ketika kondisi infeksi saluran kemih dirawat dengan baik, nyatanya kondisi ini dapat hilang dan sembuh dengan sendirinya. Jika kamu sudah merasa terganggu dengan kondisi infeksi saluran kemih, sebaiknya kunjungi dokter agar kamu mendapatkan tindakan yang tepat.

Faktanya, kondisi infeksi saluran kemih menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan, seperti:

1. Kerusakan Ginjal Permanen

Infeksi saluran kemih yang tidak segera diatasi menyebabkan kerusakan ginjal permanen. Kondisi ini dikenal juga dengan infeksi ginjal akut.

2. Sepsis

Sepsis adalah komplikasi penyakit ini yang cukup berbahaya. Komplikasi ini dapat mengancam jiwa pengidap saluran infeksi kemih.

3. Gangguan Uretra

Jika tidak segera diatasi, infeksi saluran kemih membuat gangguan pada uretra. Penyempitan uretra pada pria dapat terjadi jika kondisi infeksi saluran kemih tidak segera diatasi.

Itulah fakta tentang efek puasa yang dapat sebabkan infeksi saluran kemih. Maka dari itu, memastikan konsumsi air putih yang cukup selama berpuasa sangat penting. Tidak apa jika lebih banyak buang air kecil setelah berbuka puasa karena bakteri yang tersangkut di saluran kemih dapat dikeluarkan semuanya.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Ginjal Meski Sedang Berpuasa


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia