Alternatif Pengobatan: Penyakit Gagal Ginjal Hati-hati - Yayasan Ginjal Indonesia

26/10/2020

klikdokter

Jakarta, Yagin.co.id – Saat ini banyak sekali pengobatan alternatif yang berkembang di masyarakat. Dengan mudah kita bisa temukan iklannya di koran sosial media atau melalui selebaran yang disebar di jalanan. Dari beberapa selebaran dan iklan sosmed yang saya temukan, umumnya mereka mengklaim bahwa ramuan yang diberikan adalah ramuan herbal atau alami yang tidak punya efek samping. Dengan ramuan itu, disebutkanlah rincian panjang penyakit-penyakit yang bisa disembuhkan. Hampir-hampir semua jenis penyakit disebutkan dalam daftar panjang itu.

Selain itu mereka dengan sangat yakin menjamin bahwa dengan satu atau beberapa paket ramuan saja, pasien akan segera sembuh dalam waktu singkat. Dan tidak ketinggalan, iklan mereka juga dilengkapi kata-kata “dengan izin Allah” atau “dengan ridho Allah”. Yang terakhir ini menjadi daya tarik tersendiri yang menarik simpati si calon pasien.

Namun bagi pasien gagal ginjal terutama yang sedang menjalani cuci darah, hendaknya lebih berhati-hati terhadap obat-obatan alternatif yang ditawarkan oleh siapa pun. Jangan terlalu mudah percaya dengan janji kesembuhan dalam waktu singkat. Jangan terlalu mudah percaya bahwa obat-obat yang mereka sebut alami, tidak akan berdampak buruk bagi ginjal pasien.

Kenyataannya, sejauh ini belum ada obat yang disebut mampu menyembuhkan penyakit ginjal kronik. Penyakit ginjal kronik yang sudah masuk tahap terminal, hanya bisa ditolong dengan dua cara yakni cangkok ginjal atau cuci darah. Saya pernah mendengar seorang ahli ginjal berkata,

“Jika benar ada orang yang bisa menyembuhkan sakit ginjal, maka orang itu akan menjadi orang terkaya di dunia. Karena semua orang yang sakit ginjal akan datang kepadanya. Dan berapa pun biayanya mereka pasti akan bayar. Tapi nyatanya… tidak ada kan?”

Pemberian obat-obat alternatif, yang belum tentu memenuhi standar kesehatan, yang tidak jelas kandungannya, dan atau yang tidak tepat dosisnya, bisa jadi justru memperberat kerja ginjal dan memperparah tingkat kerusakan ginjal.

Di samping itu, ada beberapa hal yang mungkin bisa Anda pertimbangkan sebelum memilih pengobatan alternatif, khususnya yang menggunakan ramuan-ramuan tradisional. Tanyakan apakah sudah ada pasien cuci darah yang sembuh setelah mengkonsumsi ramuan tersebut. Jangan-jangan Anda hanya dijadikan “kelinci percobaan”.

Jika ‘ada’, tanyakan lagi apakah dia gagal ginjal akut atau gagal ginjal kronis serta stadium berapa. Pada pasien gagal ginjal akut, peluang untuk sembuh memang lebih besar setelah beberapa kali cuci darah (tak harus dengan ramuan tradisional). Sedangkan untuk pasien gagal ginjal kronik, belum ada data terpercaya yang menyebut bahwa mereka sembuh dengan ramuan tradisional.

Kalau pun ada pasien ginjal kronik yang sembuh, bisa jadi karena penyakitnya belum masuk stadium akhir. Dengan kata lain, klaim kesembuhan itu bersifat kasuistik.

Saya tidak bermaksud untuk mengecilkan harapan dan optimisme para pasien gagal ginjal kronik, khususnya yang sedang rutin cuci darah. Karena memang sudah sepatutnya kita melakukan segala upaya yang terbaik. Namun bagaimana pun, kita juga harus tetap bisa berpikir logis dan realistis. Kita harus bisa memilah-milah mana saran yang masuk akal dan mana yang tidak.

Kita jangan asal “yakin” saja. Karena keyakinan saja tanpa disertai pertimbangan yang bijak, bisa berakhir konyol. Sudah banyak pasien cuci darah, yang karena yakin (atau diyakinkan) akan sembuh dengan pengobatan alternatif lalu memutuskan berhenti cuci darah, toh pada akhirnya kembali juga ke ruang cuci darah dalam keadaaan sesak atau lebih parah. Mungkin kita perlu lebih bijak dan realistis.

Salam sehat!

Sumber: Kompasiana.com

Editor by: Sarmin


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia