Anak Susah Makan? Jalani Terapi Berikut Ini - Yayasan Ginjal Indonesia

20/08/2021
Susah makan merupakan salah satu masalah umum yang dialami oleh orang tua. Meski begitu, Anda perlu waspada jika susah makan sampai mempengaruhi tumbuh kembangnya. Ini bisa jadi merupakan tanda anak butuh terapi agar tak lagi susah makan

Gambar oleh: peridiri.com

Orang tua mana yang tidak khawatir melihat sang buah hati sulit makan. Anak yang susah makan tentu bisa memengaruhi tumbuh anak kembang dan berisiko pada kesehatan. Terapi untuk anak yang tidak mau makan bisa menjadi solusi untuk mengatasi gangguan makan pada anak. Simak ulasannya berikut ini. 

Apa itu terapi makan?

Terapi makan adalah usaha memfasilitasi kegiatan yang berhubungan dengan perilaku makan, menelan, dan waktu makan anak. Terapi ini biasanya dilakukan untuk membuat anak lebih tergerak dalam aktivitas makan sekaligus membuat waktu makan lebih menyenangkan.Tak hanya itu, tujuan terapi anak tidak mau makan, antara lain:

  • Mengidentifikasi dan meningkatkan tahapan kemampuan makan secara oral, motorik, sensorik, kognitif, dan emosional, termasuk mengoordinasi fase menelan
  • Mengembangkan keterampilan dan perilaku makan anak pada makanan baru dan berbeda
  • Meningkatkan asupan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan
  • Membantu keluarga dan anak mencapai tujuan terapi

Baca Juga: Menjaga Perkembangan Saraf Anak dari Makanan

Kapan anak yang tidak mau makan membutuhkan terapi?

Orang tua perlu memperhatikan dan peka terhadap perilaku atau gejala yang ditimbulkan anak saat waktu makan tiba. Berdasarkan Child Development Institute, terapi untuk anak yang tidak mau makan dapat dilakukan jika anak Anda memiliki gejala atau kondisi berikut ini:

  • Kesulitan menyusu pada payudara ibu
  • Hanya makan makanan dengan tekstur dan jenis tertentu
  • Hanya makan makanan dengan suhu tertentu
  • Makan dengan variasi makanan terbatas
  • Batuk, tersedak, atau muntah saat makan atau minum
  • Kurangnya kemampuan untuk makan sendiri
  • Adanya pantangan atau keterbatasan diet akibat alergi atau gangguan kesehatan tertentu
  • Kesulitan melakukan transisi dari pemberian makan melalui selang
  • Langit-langit mulut sumbing atau dalam masa penyembuhan bibir sumbing
  • Gangguan motorik oral
  • Berat badan tidak kunjung naik karena memiliki kesulitan makan

Terapi untuk anak yang susah makan biasanya dilakukan oleh dokter spesialis anak, ahli gizi, terapis, atau kombinasi ketiganya di rumah sakit atau pusat terapi.Sebelumnya, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai terapi makan yang akan anak Anda lakukan. Pasalnya, pendekatan terapi dapat bervariasi dan berbeda pada tiap individu, tergantung kondisi anak. 

Baca Juga: Peran Penting Keluarga dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak

Bagaimana mekanisme terapi makan?

Dalam prosesnya, terapis akan bekerja sama dengan orang tua untuk menentukan penyebab anak susah makan. Terapis kemudian akan merencanakan dan melakukan terapi spesifik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.Terapi makan dilakukan dengan mengeksplorasi faktor fisik, psikologis, dan budaya yang berkaitan dengan pemberian makan. Terapis tidak boleh memaksa makanan masuk ke mulut anak tanpa persetujuan mereka.Untuk itu, terapis akan melakukan pendekatan yang sesuai untuk anak Anda, termasuk pendekatan sensorik, motorik, dan perilaku. Dilansir dari laman CHOC, berikut ini beberapa manfaat dan keterampilan yang paling umum diajarkan dalam terapi makan.

1. Meningkatkan kemampuan mengunyah dan menelan

Salah satu keluhan orang tua saat waktu makan adalah anak mengemut makanan, bukan mengunyah dan menelan.Bisa jadi, ini disebabkan oleh kurangnya keterampilan oral anak untuk makan.Kurangnya keterampilan oral untuk makan, seperti mengunyah dan menelan sering kali terjadi pada anak dengan gangguan makan. Hal ini biasanya disebabkan oleh keterlambatan perkembangan, penyakit, alergi, atau faktor lainnya.Nah, terapi makan bertujuan untuk membantu anak berlatih mengunyah dan menelan. Pada kondisi ini, terapis akan melatih anak cara mengontrol dan mengoordinasikan gerakan mengunyah, menyeruput, mengisap, dan menelan saat makan dan minum. Terapis juga akan meningkatkan kekuatan mulut dan rentang gerak anak.

2. Menambah variasi dan jumlah makanan

Picky eater atau anak yang hanya mau makan makanan itu-itu saja juga dapat diatasi dengan terapi makan. Kondisi ini bisa terjadi akibat penyakit atau alergi tertentu, keterlambatan perkembangan, ataupun keengganan sensorik.Pada kondisi ini, terapis akan membantu memperluas jenis dan jumlah makanan anak. Dengan begitu, anak bisa menikmati makanan lain, sekaligus mendapatkan nutrisi seimbang dan sehat. 

Baca Juga: Cara Mengenalkan Puasa pada Anak

3. Membuat pengalaman makan menyenangkan

Kesulitan makan yang dialami bisa membuat anak memiliki kesan buruk terhadap aktivitas dan waktu makan. Banyak hal yang dapat menyebabkan ini, seperti penyakit atau alergi, keengganan sensorik, maupun kurangnya keterampilan menelan.Pada kondisi ini, terapis akan membantu anak belajar menciptakan pengalaman makan dan minum yang menyenangkan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan rutinitas waktu makan dan menciptakan hubungan positif dengan makanan.Terapis juga akan mengajarkan beberapa keterampilan seperti makan dengan sendok dan garpu atau minum dengan cangkir untuk meningkatkan keterampilan dan menumbuhkan kemandirian anak saat makan.Selain untuk anak, sesi ini juga akan memberi tahu cara memberi anak makan, mengatur emosi ketika anak tidak mau makan, danjadwal makan anak agar anak mengenal sinyal lapar dan kenyang. 


Terapi untuk anak yang susah makan bukan hanya semata-mata agar anak mau makan. Namun, ini bertujuan agar gizi anak dapat tercukupi.Keluarga di rumah juga memainkan peran penting dalam membangun pengalaman makan yang sehat dan menyenangkan bagi anak.Pastikan anak menerima dukungan untuk mendapatkan terapi, fisik, sosial, dan emosional untuk meningkatkan keterampilan dan kebiasaan makannya. Konsultasi rutin dengan terapis dan dokter diperlukan untuk memantau perkembangan.
Sumber: sehatq.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia