Apa yang Akan Terjadi Apabila Telat Cuci Darah? - Yayasan Ginjal Indonesia

01/04/2021

01 April 2021

Yagin, Jakarta – Apakah kamu pernah mendengar istilah cuci darah? Cuci Darah atau hemodialisis adalah proses menyaring darah menggunakan mesin untuk membersihkan darah dari limbah berbahaya, kelebihan garam atau air.

Proses cuci darah membantu bagi beberapa orang yang mengalami penyakit ginjal. Ginjal memiliki fungsi penting dalam tubuh. Ketika ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka seseorang harus melakukan proses cuci darah. Proses ini membantu menggantikan ginjal untuk mengontrol tekanan darah dan membantu tubuh menjaga keseimbangan kimia penting.

Baca juga: Sebelum Hemodialisa, Persiapkan Hal-hal Berikut

Prosedur Cuci Darah

Proses cuci darah dibantu menggunakan mesin yang disebut dengan dialisis. Prosedur pencucian darah sebaiknya dilakukan di rumah sakit dan memakan waktu 3 hingga 5 jam. Untuk mengalirkan darah pada mesin dialisis, dokter memberikan akses untuk aliran darah melalui operasi.

Akses pembuluh darah mengalirkan cukup banyak darah untuk disaring dari produk sisa makanan maupun garam dalam tubuh. Adanya limbah berbahaya, kelebihan garam maupun produk sisa makanan yang menumpuk dalam darah menjadi racun bagi tubuh.

Baca juga: Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Dampak Telat Cuci Darah

Bagi pengidap penyakit Gagal Ginjal Kronis dokter menyarankan untuk melakukan cuci darah agar tidak menimbulkan komplikasi penyakit lain. Lalu, apa dampaknya jika seseorang yang memerlukan cuci darah terlambat melakukan proses ini?

  1. Seseorang yang terlambat melakukan proses cuci darah berdampak pada ginjal yang tidak dapat menyaring darah dengan baik. Hal ini menyebabkan penumpukan cairan sehingga sebagian tubuh seperti tangan dan kaki mengalami pembengkakan. Tidak hanya itu, terlambat cuci darah bisa menyebabkan sesak nafas.
  2. Terlambat melakukan proses cuci darah dapat menurunkan fungsi ginjal. Sebaiknya, lakukan proses cuci darah tepat waktu agar fungsi ginjal tidak menurun.
  3. Jika seseorang terlambat melakukan proses cuci darah, fungsi ginjal bisa berhenti sepenuhnya. Selain ginjal akan semakin rusak, sel organ lain juga kemungkinan rusak.
  4. Dampak yang paling terlihat adalah menumpuknya racun dalam darah karena semakin banyak limbah dan racun dalam tubuh.

Baca juga: Mungkinkah Sakit Ginjal Tanpa Cuci Darah?

Efek yang Ditimbulkan dari Cuci Darah

Proses cuci darah tidak menimbulkan efek dan mengganggu seseorang yang mengikuti proses ini. Mereka yang melakukan cuci darah masih bisa menjalani kehidupan seperti umumnya. Bahkan, biasanya mereka terlihat lebih segar dibandingkan saat belum melakukan cuci darah.

Pasien yang dalam proses cuci darah umumnya mengalami sakit kepala, mudah lelah, mual dan kram otot di bagian tubuh tertentu. Tidak ada salahnya untuk menghubungi tim medis dan memberi tahu ketidaknyamanan yang dirasakan.

Tetap jaga pola makan dan gaya hidup ketika memerlukan cuci darah. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan ginjal agar fungsi ginjal bisa berjalan secara optimal.


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Nanas No.21, RT.1, RT.1/RW.3, Utan Kayu Selatan, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur – DKI Jakarta

(021) 22325458
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia