Benarkah Warna Urine Menentukan Kesehatan? - Yayasan Ginjal Indonesia

08/06/2021

Yagin, Jakarta – Tahukah kamu, warna urine bisa memberikan banyak petunjuk tentang kesehatan kamu lho, termasuk kesehatan ginjal. Kamu bisa lebih sadar akan kesehatan ginjal dan mengetahui kapan harus melakukan pemeriksaan kesehatan.

Warna urine yang normal bervariasi, tergantung seberapa banyak air yang kamu minum. Semakin banyak kamu minum, urine akan terlihat lebih jernih. Sebaliknya, ketika kamu hanya minum sedikit air, warna urine akan menjadi lebih pekat.

Selain itu, ada beberapa hal juga yang bisa mengubah warna urine, seperti makanan dan obat-obatan tertentu. Namun, kamu perlu hati-hati terhadap warna urine yang tidak biasa, karena hal itu bisa menjadi pertanda adanya masalah ginjal.

sumber: sukabumiupdate.com

Baca juga: Adakah Dampak Ketika Alat Penyaring Ginjal Meradang?

Hubungan Antara Warna Urine dengan Kesehatan Ginjal

Warna urine yang normal berkisar dari kuning pucat hingga kuning tua, tergantung hidrasi tubuh. Urine berwarna kuning pucat berarti tubuh terhidrasi dengan baik, sedangkan warna urine kuning tua menandakan bahwa kamu mengalami dehidrasi.

Warna kuning pada urine disebabkan oleh pigmen yang disebut urokrom. Pigmen tersebut juga memengaruhi seberapa encer atau pekat urine. Selain itu, pigmen dan senyawa lain dalam makanan dan obat juga bisa memengaruhi warna urine.

Bit, beri dan kacang fava adalah contoh makanan yang bisa mengubah warna urine. Banyak obat yang dijual bebas dan diresepkan juga bisa mengubah warna urine menjadi terang, seperti merah, kuning, atau biru kehijauan.

Tidak hanya menunjukkan status hidrasi tubuh, warna urine juga bisa memberi petunjuk mengenai kesehatan ginjal. Warna urine bening hingga normal menunjukkan bahwa fungsi ginjal normal.

Sedangkan warna urine yang tidak biasa, seperti oranye atau biru, mungkin disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti obat pencahar, antidepresan, dan antibiotik. Namun, ada dua warna urine yang perlu diwaspadai, yaitu merah dan cokelat tua. Warna-warna urine tersebut bisa menjadi pertanda adanya masalah ginjal.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih Pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Ketika ginjal bermasalah atau tidak bisa berfungsi dengan baik, akan terjadi peningkatan konsentrasi dan akumulasi zat dalam urine yang menyebabkan warna urine menjadi lebih gelap, seperti cokelat, merah atau ungu. Perubahan warna urine tersebut disebabkan oleh kadar protein atau gula yang tidak normal, tingginya kadar sel darah merah dan putih, dan sejumlah partikel berbentuk tabung yang disebut gips seluler.  Urine berwarna merah muda atau merah berarti ada sel darah merah dalam urine. Ginjal yang sehat bisa menjaga sel-sel darah di dalam tubuh saat menyaring limbah dari darah untuk menghasilkan urine.

Namun, ketika filter ginjal rusak, sel-sel darah ini bisa bocor ke urine. Selain menandakan penyakit ginjal, darah dalam urine juga bisa menjadi pertanda adanya infeksi, batu ginjal, atau bahkan kanker. Sedangkan warna urine cokelat tua bisa menandakan kamu mengalami dehidrasi parah. Namun, bila kamu sudah minum banyak cairan tapi urine masih berwarna cokelat, maka kamu mungkin mengalami kerusakan otot, penyakit ginjal atau gagal ginjal. Selain warna urine yang tidak biasa, urine yang berbusa juga bisa menjadi pertanda penyakit ginjal. Urine berbusa menunjukkan kurangnya kemampuan ginjal dalam menyaring dan membersihkan darah.

Baca juga: Berbagai Pemeriksaan Rutin bagi Pengidap Gagal Ginjal

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia