Berbagai Pemeriksaan Rutin bagi Pengidap Gagal Ginjal - Yayasan Ginjal Indonesia

24/05/2021

24 Mei 2021

Yagin, Jakarta – Ginjal yang sehat dapat menyaring serta membuang kelebihan limbah dan racun dari darah. Ada beberapa gejala yang akan dialami oleh seseorang ketika mengalami gangguan ginjal, seperti mual, muntah, kelelahan terus-menerus, gangguan tidur, perubahan pada frekuensi buang air kecil, pembengkakan pada area kaki dan pergelangan kaki, hingga tekanan darah yang menjadi sulit dikontrol.

Jangan ragu untuk segera pergi ke dokter dan menanyakan mengenai gejala yang kamu rasakan. Jika dokter mencurigai adanya penyakit gagal ginjal, ada beberapa pemeriksaan yang rutin dilakukan untuk memastikan kondisi ginjal tidak semakin memburuk. Berikut ini pemeriksaan rutin bagi pengidap gagal ginjal:

1. Tes Darah

Tes darah dilakukan untuk memastikan jumlah kreatinin dalam darah. Kadar kreatinin dalam darah akan bervariasi. Tingkat kreatinin lebih dari 1,2 bagi wanita dan 1,4 bagi pria kemungkinan menjadi tanda awal adanya penurunan fungsi ginjal.

Selain itu, tes darah juga bisa dilakukan untuk melihat nilai dari GFR (Glomerular Filtration Rate). Tes ini dilakukan untuk memastikan seberapa baik ginjal menyaring dan mengeluarkan limbah serta membuang kelebihan cairan dalam darah.

Nilai normal dari GFR adalah 90 atau lebih. Sementara itu, nilai GFR berada di bawah 60 menandakan ginjal tidak berfungsi dengan baik. Saat GFR menurun di bawah 15, hal ini menandakan kondisi darurat dan membutuhkan perawatan medis untuk gagal ginjal, seperti transplantasi atau cuci darah.

Selain itu, tes darah juga bisa dilakukan untuk memastikan kondisi Blood Urea Nitrogen (BUN). Nitrogen urea berasal dari pemecahan protein dalam makanan. Tingkat BUN yang normal berada di antara 7–20. Jika fungsi ginjal menurun, maka nilai BUN akan semakin tinggi.

Baca jugaMungkinkah Sakit Ginjal Tanpa Cuci Darah?

2. Tes Pencitraan

Ada beberapa pemeriksaan rutin yang bisa dilakukan oleh pengidap gagal ginjal, seperti ultrasound, yaitu pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara dan berfungsi mendapatkan gambaran tentang ginjal. Pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk memastikan ukuran serta kelainan yang terdapat dalam ginjal.

Selain ultrasound, CT Scan menjadi pemeriksaan rutin lainnya yang bisa kamu lakukan. Pemeriksaan ini menggunakan sinar X untuk menggambarkan kondisi ginjal.

3. Biopsi Ginjal

Biopsi dapat dilakukan, tetapi bukan sebagai pemeriksaan rutin. Biopsi dilakukan untuk mengidentifikasi proses penyakit tertentu dan melihat kerusakan yang terjadi pada ginjal.

Biopsi ginjal akan dilakukan menggunakan jarum tipis dengan ujung tajam yang dapat memotong jaringan ginjal untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

4. Tes Urine

Tes urine umumnya dilakukan untuk memeriksa kadar albumin. Albumin merupakan protein yang terkandung dalam urine ketika ginjal mengalami gangguan. Semakin kecil nilai albumin dalam urine, artinya kondisi ginjal semakin baik.

Baca Juga: Bau Urine Bisa Jadi Gangguan Kesehatan, Benarkah?

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia