Bisakah Hidup Normal Dengan Satu Ginjal ? - Yayasan Ginjal Indonesia

06/12/2021

Gambar: Kumparan.com

 

Yagin, Jakarta – Fungsi utama dari ginjal adalah menyaring darah dan membuang kotoran yang ada pada tubuh melalui urine. Pada kondisi normal, setiap orang memiliki sepasang atau dua buah ginjal pada tubuh. Meski begitu, tak jarang pula ditemui orang-orang yang hidup dengan satu ginjal karena satu dan lain hal.

Kondisi ini bisa terjadi karena adanya kelainan medis pada organ ini sehingga harus segera dilakukan pengangkatan. Bisa juga karena faktor genetik atau cacat lahir. Lalu, apakah mereka yang hidup hanya dengan satu ginjal bisa tetap menjalani kehidupan normal seperti layaknya pemilik dua ginjal? Apakah mereka tidak akan terserang penyakit ginjal tertentu? Inilah penjelasannya.

Penyebab Orang Harus Hidup dengan Ginjal Tunggal

Pada dasarnya, ada tiga penyebab utama seseorang terpaksa harus kehilangan salah satu ginjalnya:

  • Bedah pengangkatan ginjal. Ada beberapa penyakit tertentu yang mengharuskan dokter melakukan operasi pengangkatan ginjal, seperti ketika terindikasi kanker, cedera, atau gangguan kesehatan lainnya. Ketika dilakukan pengangkatan, ureter juga turut terangkat.

  • Mendonorkan ginjalnya. Donor sering dilakukan terhadap anggota keluarga karena memiliki kecocokan dari segi genetika. Donor ini bertujuan untuk pengidap penyakit tertentu, seperti gagal ginjal bisa tetap bertahan hidup.

  • Cacat sejak lahir. Pengidap agenesis atau tidak terbentuknya ginjal terlahir hanya dengan satu ginjal. Sama halnya dengan mereka yang lahir dengan kelainan dysplasia, terbentuknya ginjal tetapi hanya salah satu yang berfungsi.

Penyebab Orang Harus Hidup dengan Ginjal Tunggal

Pada dasarnya, ada tiga penyebab utama seseorang terpaksa harus kehilangan salah satu ginjalnya:

  • Bedah pengangkatan ginjal. Ada beberapa penyakit tertentu yang mengharuskan dokter melakukan operasi pengangkatan ginjal, seperti ketika terindikasi kanker, cedera, atau gangguan kesehatan lainnya. Ketika dilakukan pengangkatan, ureter juga turut terangkat.

  • Mendonorkan ginjalnya. Donor sering dilakukan terhadap anggota keluarga karena memiliki kecocokan dari segi genetika. Donor ini bertujuan untuk pengidap penyakit tertentu, seperti gagal ginjal bisa tetap bertahan hidup.

  • Cacat sejak lahir. Pengidap agenesis atau tidak terbentuknya ginjal terlahir hanya dengan satu ginjal. Sama halnya dengan mereka yang lahir dengan kelainan dysplasia, terbentuknya ginjal tetapi hanya salah satu yang berfungsi.

 

Baca juga: Kisah Pasien Muda Gagal Ginjal Berawal dari Minuman Manis

 

Bisakah Hidup Normal Dengan Satu Ginjal ?

Jawabannya adalah bisa. Pemilik ginjal tunggal bisa menjalani kehidupan normal seperti mereka yang memiliki ginjal lengkap. Tetapi, beberapa orang lebih rentan mengalami penyakit ginjal sepanjang hidupnya.

Pada kondisi ketika seseorang memiliki ginjal tunggal karena cacat bawaan atau harus kehilangan salah satu ginjal karena pengangkatan, besar kemungkinan terjadi hilangnya fungsi ginjal di masa mendatang, kira-kira ketika menginjak usia 25 tahun ke atas. Meski begitu, hilangnya fungsi ginjal ini masih terbilang ringan.

Selain itu, besar kemungkinan juga terjadi hipertensi untuk orang-orang yang hidup dengan satu ginjal. Tetapi, orang-orang ini bisa hidup sehat dan berkualitas seperti pemilik sepasang ginjal yang mampu bekerja dengan normal.

 Baca juga: Gejala Ginjal Menyerang Segala Usia

 

Jaga Kesehatan untuk Pemilik Satu Ginjal

Hidup dengan satu ginjal berisiko untuk terserang penyakit ginjal. Oleh karena itu, pemilik ginjal tunggal harus memperhatikan kesehatannya dengan maksimal, yaitu dengan menerapkan cara berikut ini.

  • Rutin berolahaga.

  • Banyak minum air putih.

  • Jaga asupan makanan dan tetap melakukan diet makanan sehat.

  • Hindari merokok.

Sekarang, kamu tahu bahwa pemilik satu ginjal juga memiliki kesempatan yang sama seperti orang sehat dengan ginjal yang lengkap untuk memiliki hidup sehat dan berkualitas. Namun, oleh karena hanya memiliki satu ginjal, menjaga kesehatan adalah hal penting dilakukan. Ini karena pemilik satu ginjal rentan terserang penyakit ginjal.

 

 

Sumber: halodoc.com

Edit By: Yunianti 


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia