Cairan ber-ION Dapat Mencegah Risiko Dehidrasi Saat Demam - Yayasan Ginjal Indonesia

01/03/2021

1 Maret 2021

Yagin, Jakarta – Demam adalah kondisi yang bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini adalah peningkatan sementara suhu tubuh dan sering kali karena menjadi gejala suatu penyakit. Demam adalah tanda yang umum saat tubuh sedang melawan virus atau bakteri.

Gambar orang demam oleh hunker.com

Demam mungkin membuat orang dewasa merasa tidak nyaman, tetapi biasanya tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika sudah mencapai 39,4 derajat Celcius atau lebih tinggi. Sementara jika terjadi pada bayi, suhu yang sedikit lebih tinggi dari normal dapat mengindikasikan infeksi yang serius. Untungnya demam akan hilang dalam beberapa hari dengan pemberian obat demam. Namun saat demam tinggi, kebutuhan akan air tetap harus terpenuhi. Pasalnya saat tubuh demam, cairan tubuh akan menguap hilang bersama keringat dan pengidapnya tetap harus mendapatkan asupan cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.

Baca juga: Mama Perlu Tahu, Gejala Demam Ini Dianggap Serius

Waspadai Dehidrasi Saat Demam

Saat suhu badan panas tinggi, kamu akan sering mengalami peningkatan keringat yang dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit. Selama demam tinggi, kamu pun mungkin jadi makan atau minum lebih sedikit karena merasa tidak enak badan. Apalagi jika demam juga dibarengi dengan gejala muntah dan diare. Kombinasi dari pengurangan asupan cairan dan pembuangan cairan tubuh melalui keringat, buang air kecil, muntah, dan diare kemudian dapat menyebabkan dehidrasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga cairan tubuh tetap terjaga untuk mengurangi komplikasi dehidrasi yang bisa memperparah gejala demam.

Rasa haus tidak selalu menjadi indikator awal yang dapat diandalkan saat seseorang butuh asupan cairan. Banyak orang, terutama lansia, tidak merasa haus sampai mereka mengalami dehidrasi. Itulah mengapa penting untuk menjaga asupan cairan saat sedang sakit, atau bahkan saat cuaca sedang panas sekali pun.

Ada beberapa tanda dan gejala dehidrasi yang juga mungkin berbeda menurut usia. Saat badan anak panas dan beresiko alami dehidrasi, gejalanya meliputi:

  • Mulut dan lidah kering.
  • Tidak ada air mata saat menangis.
  • Popok tidak basah selama tiga jam.
  • Mata dan pipi tampak cekung.
  • Kelesuan atau mudah marah.

Sementara pada orang dewasa, gejala dehidrasi ini bisa meliputi:

  • Haus yang ekstrem.
  • Lebih jarang buang air kecil.
  • Urine berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Pusing.
  • Kebingungan.

Sejumlah obat demam yang dijual bebas bisa menjadi solusi, tetapi terkadang cara mengobati demam adalah dengan tidak memberikannya obat, terutama saat temperaturnya tidak terlalu tinggi. Pasalnya, demam memainkan peran kunci dalam membantu tubuh melawan sejumlah infeksi bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Namun, tetap pastikan untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap saat, salah satunya dengan minuman isotonik elektrolit.

Manfaat Larutan Isotonik Elektrolit untuk Cegah Dehidrasi

Satu-satunya cara untuk mengatasi dehidrasi, terutama akibat demam adalah dengan mengisi kembali cairan tubuh yang hilang. Dehidrasi ringan bisa ditangani di rumah. Jika kamu atau anggota keluarga lain mengalami diare, muntah, atau demam, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, segera berikan mereka air.

Terus berikan tambahan asupan cairan secara perlahan sampai urine tampak jernih. Jika mereka yang sedang demam juga alami muntah, berikan hanya sedikit demi sedikit sampai mereka mampu menelannya. Tingkatkan frekuensi dan jumlahnya secara bertahap karena memberi terlalu banyak dan terlalu cepat sering kali akan menyebabkan muntah kembali.

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia