Cara Pohon Mengelola Air, Jum'at Berkah - Yayasan Ginjal Indonesia

11/11/2021

Gambar: Wallhere,com

 

Yagin, Jakarta – Lingkungan hidup adalah ketika di suatu daerah terdapat banyak pepohonan, maka tak jauh dari situ terdapat sumber air. Maka sebaliknya, jika di tempat itu jarang pohon atau tidak ada sama sekali, maka tanah akan terlihat tandus. Tidak ada sumber air yang bisa diketemukan di sana.

Pohon dan air, juga tanah adalah sebuah siklus kehidupan yang saling bergantung dan membutuhkan. Pohon perlu tanah supaya tumbuh. Ia juga butuh air supaya mampu hidup. Akar pohon dapat menyimpan cadangan air. Air itu bisa didapatkan dari bawah tanah.

Akar pohon sebenarnya menyerap air dari tanah hanya untuk kebutuhan fotosintesa. Namun ketika kondisi sekitar jadi kering, karena musim kemarau misalnya, maka ia bisa mengeluarkan air dari akarnya. Hal ini untuk menjaga lingkungan di sekitarnya tetap lembab sebagai upaya mengurangi efek dehidrasi pada pohon tersebut.

Pori-pori yang ada pada tanah disebabkan karena adanya akar pohon. Air yang datang atau menggenanginya akan terserap dan terikat di pori-pori tersebut. Jadi fungsi tanah tidak sekadar menjadi limpasan atau resapan dari air.

Fungsi lain dari perakaran pada pepohonan adalah untuk memperlambat proses penguapan  atau evaporasi pada tanah. Akar pohon secara alamiah akan mengondisikan diri terhadap kandungan air di sekitarnya. Makin banyaknya akar cabang dan akar utama yang saling terkait, akan mengikat air. Hal ini berguna untuk memperlambat penguapan pada tanah.

Akar tanah yang membentuk rongga-rongga dalam tanah ibarat seperti sponge (spons). Pohon atau tanaman hanya akan menyerap air yang hanya dia butuhkan. Selebihnya akan menjadi cadangan untuk keperluan metabolisme dan sebagainya.

Mirip dengan orang minum air. Tidak semuanya langsung habis dipakai pada saat beraktivitas. Sebagiannya tertinggal dalam tubuh, menjaganya dari hidrasi (kekurangan cairan).

Sama seperti dalam paparan di atas; cerita pohon saat membutuhkan air. Ia hanya mengambil sesuai yang dibutuhkan. Selebihnya akan disimpan dan dibagikan pada saat yang lain membutuhkan. Sebab tanpa siklus ini, satu skema kehidupan akan mati.

Berbuat kebaikan memang sebenarnya tak perlu dan tak bisa dibatasi oleh hari. Lha, berkah-Nya saja datangnya juga setiap hari. Maka, berbagi berkat kebaikan pun, wajibnya juga setiap hari.

Selamat menabur kebaikan….

 

 

Sumber: Kompasiana.com

Edit By: Yunianti 


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia