Di Balik Sering Memanjakan Anak, Ini Dampak Buruknya - Yayasan Ginjal Indonesia

28/01/2021

28 Januari 2021

Gambar anak cemberut oleh gambarunik.id

Yagin, Jakarta – Tidak ada orang tua yang tak menyayangi buah hatinya. Namun, terkadang menyayangi anak jadi tidak dibedakan dengan memanjakan anak. Padahal, terlalu memanjakan anak bukanlah hal yang baik, lho, Ma.

Tidak sedikit orang tua yang rela melakukan apa pun demi kebahagiaan malaikat kecilnya. Meski begitu, orang tua perlu hati-hati, karena hal tersebut kadang jadi membuat anak manja, dan ini tentunya tidak baik bagi perkembangan kepribadiannya. Seorang anak yang manja biasanya ingin selalu diperhatikan dan dinomorsatukan oleh kedua orang tuanya. Segala hal yang dia inginkan juga harus segera dituruti. Bila keinginannya tidak terkabul, anak manja tidak akan segan untuk mengamuk, marah, dan menangis di mana pun berada.

Baca Juga : Beginilah Cara Dukung Anak yang Menyukai Belajar

Sederet Dampak Buruk Memanjakan Anak

Ingin memenuhi keinginan anak memang merupakan hal yang secara naluriah dirasakan orang tua sebagai bentuk ungkapan rasa sayang. Namun, tentunya diperlukan cara mengungkapkan rasa sayang yang sehat dan mendidik.

Bila Mama dan Papa mencintai Si Kecil dengan selalu memenuhi segala hal yang ia inginkan, ada dampak buruk yang bisa terjadi pada kepribadiannya, di antaranya:

1. Selalu tergantung dan tidak mandiri

Anak yang manja akan tergantung dengan orang tua. Hal ini disebabkan karena sosok Mama dan Papa selalu ada ketika dia membutuhkannya. Alhasil, anak pun bisa berkembang menjadi pribadi yang tidak mandiri, bahkan hingga dia dewasa. Hal ini tentu bisa menyulitkannya, baik saat masih di sekolah maupun setelah bekerja.

2. Mudah menyerah saat mengalami kegagalan

Karena tergantung dengan orang tua, anak jadi tidak pernah belajar untuk berusaha meraih keinginannya. Selain itu, karena biasanya semua yang dia mau selalu tersedia, anak bisa jadi kesulitan untuk memahami bahwa segala hal yang dia inginkan tidak bisa selalu ada.

Nah, akhirnya ketika anak mengalami sebuah kegagalan atau kesulitan nanti, dia akan menjadi pribadi yang mudah menyerah. Anak juga bisa menjadi seseorang yang cenderung lebih mudah kecewa terhadap diri sendiri dan merasa tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi suatu masalah.

3. Tidak mampu bertanggung jawab

Memanjakan Si Kecil sesekali memang boleh-boleh saja, Bun. Namun, jika Bunda dan Ayah tidak pernah menolak keinginannya dan selalu memberikan apa yang ia mau, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang disiplin dan bertanggung jawab.

Contohnya, karena merasa segala yang ia inginkan selalu diberikan, anak akan abai dalam menjaga mainannya. Jika mainan rusak, ia berpikir selalu bisa dibelikan mainan yang baru. Karakter tidak bertanggung jawab ini sangat mungkin terbawa hingga ia dewasa nanti dan akan menyulitkan kehidupannya.

4. Tidak bisa bersosialisasi dengan baik

Anak yang sering dimanja oleh orang tuanya cenderung menjadi orang yang tidak peka terhadap sekelilingnya. Karena segala hal yang diinginkan selalu tersedia, anak jadi tidak bisa membayangkan atau memiliki rasa empati terhadap keadaan orang lain yang tidak seberuntung dirinya.

Selain itu, anak juga bisa menjadi pribadi yang narsis atau merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Dengan karakter seperti ini, bukan tidak mungkin dia akan kesulitan untuk memiliki teman. Anak pun bisa saja terasingkan dari lingkungannya karena tidak dapat bersosialisasi atau bahkan tidak disukai oleh orang lain.

5. Keras kepala dan pembangkang

Bila Mama dan Papa selalu menuruti segala yang Si Kecil mau, ia bisa menjadi keras kepala dan mudah membangkang. Akhirnya ia jadi sulit untuk diatur dan suka melawan. Bahkan, bisa saja ia memukul Mama Papa atau merusak barang di sekitarnya, ketika apa yang ia inginkan tidak terpenuhi.

Menyayangi anak dengan sepenuh hati adalah hal yang baik. Namun, bukan berarti Mama dan Papa harus memberikan segala yang Si Kecil inginkan tanpa batasan yang jelas, karena ini justru bisa menciptakan kepribadian anak yang buruk. Untuk menghindari dampak negatif dari memanjakan anak seperti yang telah dipaparkan di atas, Mama perlu lebih selektif memilah mana keinginan buah hati yang bisa Mama penuhi dan mana yang perlu Mama tolak.

Bila Mama mengalami kesulitan untuk menolak segala permintaan Si Kecil atau bingung menghadapi Si Kecil yang sudah terlanjur manja, cobalah berkonsultasi dengan psikolog yang memang khusus menangani masalah perilaku dan tumbuh kembang anak guna mendapatkan saran terbaik.

Baca Juga : Tingkatkan Imunitas Dengan 5 Tips Menjaga Mental Anak

Sumber: alodokter.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia