Hai Orang Tua. Ajari Anak Tentang Difabel Yuk ! - Yayasan Ginjal Indonesia

07/01/2021

07 Januari 2021

Gambar orang dengan kursi roda oleh bing.com

Yagin, Jakarta – Ketika melihat anak seusianya yang mengidap disleksia atau orang yang menggunakan kursi roda, Si Kecil mungkin menjadi penasaran tentang difabel. Nah, ibu bisa mengajari anak sejak dini tentang difabel agar Si Kecil bisa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang mengapa beberapa orang terlihat, berbicara, bertindak, atau bergerak sedikit berbeda darinya.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Perbedaan Istilah Disabilitas dan Difabel

Berikut ini cara yang bisa ibu lakukan untuk membantu anak memahami tentang difabel:

1. Beri Penjelasan Bahwa Penyandang Difabel Berbeda, tapi Tidak Buruk

Sebaiknya jangan memberitahu anak bahwa orang difabel sama seperti dirinya, melainkan akui bahwa mereka memang sedikit berbeda. Namun, ibu bisa menjelaskan pada anak bahwa hanya karena seseorang memiliki keterbatasan, bukan berarti orang tersebut jahat atau tidak berharga.

Ajari Si Kecil cara membicarakan perbedaan tersebut dengan sikap hormat. Beritahu anak bahasa yang baik untuk digunakan ketika berbicara tentang seseorang yang memiliki ketidakmampuan belajar atau cacat fisik.

Berikut ini poin yang perlu ibu jelaskan pada anak saat mengajarinya tentang difabel:

  1. Beberapa orang terlahir cacat. Jelaskan bahwa ada beberapa orang yang terlahir cacat sejak lahir, sementara beberapa orang lain mengembangkan difabel di kemudian hari.
  2. Tidak ada yang salah dengan orang difabel. Jelaskan pada Si Kecil bahwa seseorang mungkin mengalami kesulitan berbicara atau kesulitan berjalan, tapi hal itu bukan berarti ada yang ‘salah’ dengannya.
  3. Orang yang memiliki disabilitas fisik bukan berarti memiliki disabilitas kognitif juga. Kadang-kadang, anak-anak menganggap seseorang dengan keterbatasan fisik mungkin juga memiliki kesulitan untuk berkomunikasi atau mungkin tidak pintar. Jelaskan bahwa hanya karena tubuh seseorang tidak berfungsi dengan cara yang sama, bukan berarti mereka juga memiliki masalah dengan otak.

2. Tunjukkan Kesamaannya

Meskipun ibu dianjurkan untuk mengakui bahwa orang difabel memang sedikit berbeda, tapi pastikan ibu tidak mengajari anak bahwa orang difabel berbeda sama sekali dari orang lain. Tunjukkan kesamaan yang dimiliki orang difabel dengan Si Kecil. Misalnya, “Anak difabel itu juga sama seperti kamu, ia suka mendengarkan musik dan pandai matematika.” Dengan memberi pemahaman bahwa orang difabel tidak jauh berbeda dari orang pada umumnya, ibu bisa membantu Si Kecil agar bisa berhubungan lebih baik dengan orang difabel, dan membantu meningkatkan empatinya.

3. Beri Penjelasan Orang Difabel Menggunakan Alat Bantu

Jelaskanlah pada Si Kecil tentang bagaimana orang difabel bisa menggunakan alat bantu untuk membantu mereka beraktivitas sehari-hari. Ada orang yang mungkin memiliki hewan pemandu, atau orang lain berjalan dengan tongkat atau menggunakan kursi roda untuk berkeliling.

Ibu juga bisa menjelaskan mengapa ada tempat duduk khusus atau space khusus untuk orang difabel di dalam bus. Jelaskan bahwa orang difabel bisa menggunakan kursi roda, sehingga space tersebut dibuat khusus untuk membuat kursi roda.

4. Belajar Tentang Difabel Bersama Anak

Si Kecil mungkin akan bertanya pertanyaan yang sulit tentang difabel yang dimiliki seseorang. Jangan malu untuk menjawab ‘tidak tahu’ bila ibu tidak tahu jawabannya. Ibu bisa mengajak anak untuk mencari tahu tentang difabel bersama-sama.

Carilah situs ramah anak yang menawarkan informasi mengenai autisme, sindrom down, ketidakmampuan belajar atau difabel lainnya yang mungkin ia tanyakan. Kemudian, telusuri informasinya bersama.

5. Ajarkan Kebaikan dan Kepekaan kepada Orang Lain

Sayangnya, ada kemungkinan besar Si Kecil tidak sengaja mendengar kata-kata kasar yang digunakan orang lain untuk menggambarkan difabel seseorang, dan ada kemungkinan Si Kecil akan mengulangi kata-kata kasar tersebut. Bicarakan dengan tegas pada anak bahwa kata-kata seperti itu menyakitkan dan tidak boleh diucapkan. Bila Si Kecil terus menggunakan kata-kata tersebut setelah ibu memberitahunya bahwa kata-kata itu tidak pantas, berikan konsekuensi negatif. Jelaskan bahwa merendahkan orang lain tidak bisa ditoleransi.

Selain itu, bicarakan juga dengan tegas soal bullying. Beritahu anak bahwa meniru orang difabel atau menertawakan orang lain adalah perilaku yang tidak baik. Pastikan ibu juga memberi teladan yang baik. Bila ibu menggunakan kata-kata yang tidak pantas untuk menggambarkan orang difabel, maka anak akan mengikutinya.

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia