Hari Diabetes Sedunia, Waspadai Gejalanya yang Tak Disadari - Yayasan Ginjal Indonesia

16/11/2021

 

Gambar: Health.kompas.com

 

Yagin, Jakarta – Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap 14 November, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan isu penyakit diabetes. Diabetes tak hanya menyerang orang usia lanjut, tetapi juga bisa menyerang siapa saja termasuk anak muda.

Berdasarkan laporan Statistik Diabetes Nasional 2020, sekitar 210.000 anak dan remaja di bawah usia 20 tahun di Amerika Serikat telah terdiagnosa diabetes. Maka dari itu, penting untuk mengetahui gejala dan upaya pencegahan sehingga deteksi dan pengobatan dini dapat dilakukan.

Sementara itu, dr Kartika Yulianti, dokter umum dari RSPAD Gatot Subroto membenarkan pernyataan yang menyebut jika diabetes bisa menyerang anak muda.

Diabetes nggak nentu, dulu orang di atas 40 tahun risiko naik, sekarang 20 tahunan aja naik,” kata dr Kartika dalam peringatan Hari Diabetes Sedunia, bersama Novo Nordisk Indonesia, Minggu (14/11/2021).

dr Kartika juga menyinggung kaitannya diabetes dengan pola makan yang buruk, seperti mengonsumsi makanan tidak sehat.

1. Penyebab penyakit diabetes

Penyakit diabetes disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, gaya hidup bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Gaya hidup yang buruk dapat mengundang beragam penyakit, termasuk diabetes.

“Diabetes itu sebenarnya terjadi selain faktor genetik, ada faktor lifestyle. Pertama ubah lifestyle, kurangi gula atau karbohidrat,” beber dr Kartika, dr Kartika menjelaskan makanan sehari-hari bisa meningkatkan risiko diabetes. Pasalnya, makanan yang kita konsumsi sehari-hari akan dipecah menjadi gula. Sementara mengonsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes.

2. Gejala diabetes

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami diabetes atau tidak, tak cukup hanya dengan melihat dari gejalanya, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebab, gejala diabetes sangat luas dan bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Kendati demikian, secara umum terdapat 4 gejala khas diabetes. Berikut 4 gejalanya yang dijelaskan dr Kartika.

“Lebih sering makan, minum, buang air kecil dan penurunan berat badan secara tiba-tiba. Khasnya itu, aneh ya sering makan minum tapi berat badan turun,” pungkasnya.

“Tergantung lifestyle seharusnya diperiksa nanti tiba-tiba sudah parah atau gula darahnya terlalu tinggi,” sambungnya.

3. Upaya pencegahan

Peringatan Hari Diabetes Sedunia ini, dr Kartika menyarankan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko diabetes. Salah satunya adalah dengan rutin berolahraga.
“Olahraga 3 sampai 4 kali seminggu, 30 menit. Jenis olahraga terserah,tapi aerobik atau lari [disarankan],” saran dr Kartika.

“Tujuan olahraga itu membantu masukan gula di dalam darah ke dalam sel, ketika olahraga yang lebih menggerakkan seluruh tubuh lebih membantu sensitivitas sel-sel di tubuh kita,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin.

 

Sumber: Health.detil.com

Edit By: Yunianti


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia