Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac Pada Anak - Yayasan Ginjal Indonesia

05/07/2021

“BPOM sudah mengizinkan vaksin Sinovac pada anak. Uji klinis dilakukan mengingat adanya lonjakan kasus harian, yang didominasi oleh anak-anak dan remaja. Berikut ini kabar terkait hasil dari uji klinis vaksin Sinovac pada anak.”

Yagin – Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberi izin penyuntikan vaksin corona kepada anak berusia 12 tahun ke atas. Hal tersebut dikarenakan, beberapa hari belakangan ini terjadi lonjakan kasus baru harian, yang masih terus meningkat hingga saat ini. Bukan hanya risiko penularan virus corona pada anak saja yang meningkat, kasus kematian akibat infeksi juga perlu mendapat perhatian lebih.

Baca juga: Seputar Vaksinasi untuk Penderita Penyakit Kronis

Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac pada Anak

Uji klinis vaksin Sinovac pada anak pertama kali dilakukan di China. Hasilnya adalah, penggunaan darurat vaksin corona dapat diberikan pada anak usia 3-17 tahun. Meski demikian, penggunaan vaksin corona pada anak memiliki prioritas lebih rendah ketimbang pada kelompok lansia dan komorbid karena dianggap lebih berisiko mengalami gejala parah saat terinfeksi.

Lantas, bagaimana hasil uji klinis vaksin Sinovac pada anak? Dari uji klinis I dan II, vaksin Sinovac pada anak mampu memicu respon imun tubuh anak berusia 3-17 tahun. Sedangkan efek samping yang muncul cenderung bersifat ringan. Bedanya, pada anak diberikan 3 dosis vaksin guna menghasilkan peningkatan antibodi yang sangat tinggi. Suntikan ketiga menghasilkan hingga 10 kali lipat peningkatan antibodi hanya dalam waktu seminggu saja, dan 20 kali lipat dalam waktu dua minggu.

Namun hingga kini, upaya pemberian 3 dosis vaksin Sinovac pada anak masih memerlukan uji klinis lebih lanjut. Kabar terbaru kini adalah, para peneliti masih mengamati durasi antibodi yang dihasilkan, sebelum direkomendasikan ke pihak berwenang.

Baca juga:  Amankah Donor Darah di Masa Pandemi?

Syarat dan Ketentuan Vaksin Corona untuk Anak

Tidak bisa sembarangan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar bisa memberikan vaksin untuk anak. Berikut ini beberapa syarat vaksin corona di Indonesia:

  1. Berusia 12-17 tahun.
  2. Dosis 3 ug (0,5 ml) disuntikkan pada lengan atas. Diberikan dalam 2 dosis dengan jarang 1 bulan.
  3. Belum diperbolehkan disuntikkan pada anak berusia 3-11 tahun. Terkait dengan hal tersebut masih menunggu hasil kajian selanjutnya.
  4. Perhatikan beberapa kontraindikasi. Jangan berikan pada anak dengan keadaan ini:
  • Mengidap penyakit autoimun.
  • Mengidap Sindrom Guillain Barre, yaitu penyakit saraf langka.
  • Tengah menjalani kemoterapi atau radioterapi.
  • Demam diatas 37,5 derajat Celcius.
  • Sudah sembuh dari infeksi virus corona kurang dari 3 bulan.
  • Melakukan imunisasi dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan.
  • Mengidap diabetes melitus tidak terkendali.

Selain, beberapa syarat tersebut. Ada beberapa hal yang harus diingat oleh para tim medis sebelum memberikan vaksin anak. Berikut ini beberapa di antaranya:

  1. Laksanakan  sesuai dengan panduan. Langkah ini dilakukan dengan mengikuti syarat imunisasi yang sudah dijelaskan sebelumnya.
  2. Imunisasi bersama keluarga. Sebaiknya melakukan imunisasi bersamaan dengan semua penghuni rumah.
  3. Catat perkembangan anak. Mencatat kondisi anak pasca imunisasi berguna untuk memantau kondisi, yang nantinya akan bermanfaat pada pemberian dosis ke-2.
  4. Memantau KIPI. KIPI, atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi biasanya terjadi dalam kondisi ringan berupa rasa nyeri di area suntikan.
Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia