Ini Penyebab Trombositosis Pada Pengidap Gagal Ginjal - Yayasan Ginjal Indonesia

16/03/2021

16 Maret 2021

Yagin, Jakarta – Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko trombositosis, salah satunya mengidap penyakit seperti gagal ginjal. Bukan tanpa alasan, kerusakan atau penyakit pada organ tertentu nyatanya bisa menjadi pemicu penyakit lain. Dalam hal ini, gagal ginjal akut bisa berkembang dan memicu trombositosis sekunder.

Sebelumnya perlu diketahui, trombositosis adalah penyakit yang terjadi karena tingginya kadar trombosit di dalam darah. Kondisi ini dibedakan menjadi dua, yaitu trombositosis primer dan trombositosis sekunder. Biar lebih jelas, simak pembahasan lengkapnya di artikel berikut!

Baca juga: Siapa Sajakah Kelompok Orang Berisiko Alami Gagal Ginjal Akut?

Mengenal Trombositosis 

Trombositosis merupakan penyakit yang terjadi karena tingginya jumlah trombosit di dalam darah. Trombosit alias platelet merupakan sel darah yang berperan dalam proses pembentukan darah. Sel-sel ini nantinya akan saling menempel dan membentuk bekuan darah. Normalnya, jumlah trombosit dalam sel darah adalah 150.000 – 450.000 per mikroliter darah.

Jumlah trombosit yang terlalu banyak bisa meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah di beberapa anggota tubuh. Semakin lama, penyumbatan bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit, seperti stroke dan serangan jantung. Seseorang dinyatakan mengalami trombositosis jika jumlah trombosit lebih dari 450.000 per mikroliter darah.

Kabar buruknya, kondisi ini jarang menunjukkan gejala, sehingga sering terlambat disadari. Trombositosis seringnya baru terdeteksi saat dokter melakukan pemeriksaan darah rutin. Gejala utama dari kondisi ini adalah kenaikan jumlah trombosit. Selain itu, ada beberapa gejala yang juga bisa muncul, seperti sakit kepala, nyeri dada, tubuh lemas, kesemutan pada kaki dan kanan, serta memar bahkan pendarahan dari beberapa bagian tubuh.

Secara umum, penyakit ini disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada sumsum tulang, yaitu tempat trombosit dibentuk. Kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan pada sumsum tulang, sehingga trombosit yang diproduksi tubuh menjadi berlebihan. Kondisi seperti itu disebut sebagai trombositosis primer.

Selain itu, ada juga kondisi yang disebut trombositosis sekunder. Pada jenis trombositosis ini, peningkatan jumlah trombosit terjadi karena ada penyakit lain yang sudah diidap sebelumnya, termasuk gagal ginjal. Penyakit tersebut kemudian menyebabkan tubuh menghasilkan trombosit secara berlebihan.

Trombositosis primer umumnya disebabkan oleh mutasi gen yang memicu produksi trombosit semakin banyak. Sementara pada trombositosis sekunder, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya, seperti perdarahan, baru menjalani operasi tertentu, infeksi, peradangan usus, defisiensi zat besi, kanker, hingga efek samping dari obat-obatan tertentu.

Baca juga: Ketahui Berbagai Macam Alat Tes Gula Darah

Kebanyakan kasus trombositosis memang dideteksi secara tidak sengaja saat pemeriksaan rutin. Namun, ada beberapa jenis pemeriksaan lain yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, di antaranya:

  • Tes Darah Lengkap 

Pemeriksaan ini adalah metode paling umum. Biasanya, tanda kelebihan trombosit bisa dilihat dari pemeriksaan ini.

  • Tes Hapusan Darah Tepi 

Blood smear alias tes hapusan darah tepi juga bisa dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat ukuran dan aktivitas trombosit di dalam darah.

  • Kadar Zat Besi 

Mendeteksi trombositosis juga bisa dilakukan dengan tes kadar zat besi di dalam darah. Tes ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab naiknya kadar trombositosis.

  • Tes Penanda Peradangan 

Jenis tes ini juga dilakukan untuk menentukan hal yang mungkin menjadi penyebab trombositosis.

  • Tes Genetik 

Trombositosis bisa terjadi karena masalah genetik. Maka dari itu, salah satu cara memastikannya adalah dengan tes genetik.

  • Aspirasi Sumsum Tulang 

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada darah, tapi juga bisa meliputi sumsum. Sebagai tempat diproduksinya sel darah, jaringan sumsum tulang akan diperiksa kondisinya melalui tes ini.

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia