Kenali Gangguan Penglihatan Pada Anak Sejak Dini - Yayasan Ginjal Indonesia

01/12/2021

 

Gambar: klikdokter.com

 

 

Yagin, Jakarta – Gangguan penglihatan tidak hanya terjadi pada orang dewasa, bahkan anak-anak yang masih kecil pun bisa mengalami masalah penglihatan.

Mengatasi gangguan penglihatan pada anak ini biasanya dokter mata menyarankan Si Kecil untuk menggunakan kacamata. Namun jika gangguan penglihatan pada anak masih dalam kategori cukup ringan, terkadang dokter tidak memberikan perawatan apapun.

Biasanya gangguan mata pada anak ini terjadi karena gaya hidup Si Kecil yang tidak sehat, misalnya terlalu sering menatap layar atau terlalu sering menggunakan gadget.

 

Penyebab Gangguan Penglihatan pada Anak

Ketika anak menginjak usia 3-6 tahun, kemampuan visual dan penglihatannya sudah jauh berkembang ketimbang masa-masa di usia sebelumnya. Usia inilah mereka mulai piawai mengintegrasikan gerakan tubuh dan penglihatan.

Mata silinder atau mata minus paa anak terjadi karena perubahan kelengkungan kornea mata. Konsekuensinya, penglihatan anak akan kabur karena cahaya yang masuk ke mata tidak fokus ke retina kemudian mengakibatkan pandangan buram.

Penyebab mata silinder pada anak tidak selalu karena gaya hidup. Bisa saja anak memang memiliki bentuk lensa mata yang berbeda sejak lahir. Artinya, ada faktor genetik yang berpengaruh di sini.

Faktor lain yang bisa menyebabkan mata minus pada anak adalah operasi mata hingga cedera pada mata.

 

Tanda-tanda Gangguan Penglihatan pada Anak

Anak bisa saja mengalami mata silinder sejak lahir. Namun, biasanya hal ini tidak diketahui sampai mereka melakukan tes mata.

Para orangtua perlu ingat bahwa tes kesehatan mata ini sangatlah penting agar kondisi mata minus atau mata silinder pada anak segera terdeteksi.

Beberapa tanda-tanda anak yang mengalami mata silinder, antara lain:

  • Sering mengucek mata meskipun tidak mengantuk
  • Mata terlihat berair
  • Memiringkan kepala saat melihat sesuatu
  • Menutup sebelah mata untuk bisa melihat dengan lebih fokus
  • Menghindari aktivitas yang memerlukan fokus penglihatan
  • Mengeluh mata lelah hingga sakit kepala

Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera periksakan mata anak ke dokter mata.

 

Mengatasi Gangguan Penglihatan pada Anak

Ketika hasil tes kesehatan mata menunjukkan ada gangguan seperti mata minus atau mata silinder, dokter biasanya akan menyarankan anak menggunakan kacamata.

Namun jika mata silinder atau mata minus pada anak masih cukup ringan, kadang dokter tidak memberikan perawatan apapun.

Selain menggunakan kacamata dengan resep khusus, ada juga yang memilih pengobatan dengan metode operasi leser. Namun tentu pertimbangan untuk melakukan operasi ini harus benar-benar matang.

 

Cara Mencegah Gangguan Penglihatan pada Anak

Penyebab mata silinder pada anak bisa saja dicegah selama bukan bawaan lahir atau faktor keturunan. Tentu saja hal ini berkaitan dengan gaya hidup. Untuk itu, orang tua bisa mengupayakan untuk mencegah mata silinder dengan cara:

1. Rutin Periksa Mata 

Memeriksakan kesehatan mata seharusnya menjadi hal yang memang dijadwalkan secara berkala. Akan lebih baik jika pemeriksaan tidak harus menunggu anak mengeluh soal penglihatannya.

Dengan rutin memeriksakan mata anak, maka gangguan apapun bisa terdeteksi dengan mudah.

2. Melatih Penglihatan Anak

Aktivitas yang menuntut penglihatan anak melihat dari jarak dekat dan jarak jauh juga bisa melatih penglihatan mereka. Anak-anak yang masih kecil masih berada dalam fase mengenali stimulus yang ada di sekitar mereka.

Sebisa mungkin, ajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan dan melihat objek jarak jauh. Di sisi lain, melibatkan anak dalam aktivitas yang memerlukan penglihatan jarak dekat seperti menggambar atau menulis juga bisa jadi pilihan.

3. Konsumsi Sayur dan Buah-buahan 

Tidak ada salahnya membiasakan anak mengonsumsi sayur dan buah-buahan berwarna hijau atau kekuningan. Jenis sayur dan buah seperti wortel, citrus, berry, hingga sayuran hijau juga pasti bermanfaat bagi kesehatan mereka.

4. Batasi Penggunaan Gadget

Memang frekuensi screen time tidak selalu menjadi faktor utama penyebab mata silinder pada anak. Namun tidak ada salahnya membatasi screen time agar mata tidak lelah terus menerus digunakan untuk melihat visual bergerak dan terpapar sinar dari layar.

Ketika dokter mata mendiagnosis anak mengalami mata silinder atau mata minus, berikan motivasi untuk memakai kacamata. Cara sederhana seperti mengajak mereka memilih sendiri frame kacamata bisa jadi langkah efektif.

Selain itu, tugas orangtua adalah meyakinkan anak bahwa memakai kacamata sangatlah bermanfaat bagi mereka. Berikan contoh dengan detil apa keuntungan yang bisa mereka rasakan dengan memakai kacamata. Misalnya, mereka bisa bermain sepeda dengan lebih lincah ketika sudah memakai kacamata.

Tak ketinggalan, jangan ajak anak memeriksakan kesehatan mata ke dokter ketika mood mereka kurang baik. Jadikan momen bertemu dokter mata menjadi hal yang menyenangkan baginya, bukannya tuntutan yang menjemukan.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai gangguan penglihatan pada anak yang perlu Moms ketahui. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan Moms?

 

 

Sumber: orami.co.id

Edit By: Yunianti 


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia