Ketahui Manfaat, Takaran dan Kadar Garam dalam Setiap Sajianmu - Yayasan Ginjal Indonesia

10/12/2020

10 Desember 2020

 

Yagin, Jakarta – Garam adalah salah satu bumbu utama yang menambah cita rasa dalam masakan. Selain dicampurkan dalam masakan, garam juga kerap disajikan di meja makan sebagai pelengkap atau kondimen bersama dengan lada. Jenis garam saat ini juga beragam. Ada garam dapur, garam himalaya, sampai garam laut. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu garam, manfaat garam, batas aman, sampai bahayanya apabila kekurangan dan kelebihan garam.

Melansir Healthline, garam dikenal dengan natrium klorida (NaCl). Komposisi garam terdiri atas 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Kandungan garam bisa berbeda-beda, tergantung jenisnya. Ada yang mengandung kalsium, besi, zinc, dan yodium. Sedikit menengok ke belakang, sejarah garam dulunya digunakan untuk mengawetkan makanan. Zat yang terkandung dalam garam dapat mencegah pertumbuhan bakteri, biang makanan basi atau busuk. Sebagian besar garam yang dikonsumsi sehari-hari ditambang dari air laut atau air kaya mineral dari bawah tanah.

Manfaat garam untuk kesehatan

Dilansir dari Everyday Health, Garam tak sekadar bumbu untuk menambah cita rasa atau mengawetkan makanan. Lebih dari itu, tubuh kita membutuhkan garam dalam jumlah yang cukup agar bisa bekerja dengan optimal. Berikut beberapa fungsi garam untuk tubuh kita:

  • Membantu kinerja tiroid yang mengontrol metabolisme seluruh tubuh,
  • Menjaga tingkat hidrasi dan keseimbangan elektrolit agar setiap organ berfungsi dengan baik,
  • Menjaga kestabilan tekanan darah.

Kendati manfaat garam untuk kesehatan sangat penting, namun konsumsi garam harus cukup atau sesuai takaran batas aman.

Takaran batas aman konsumsi garam perhari

Garam juga kerap disebut natrium atau sodium. Namun patokan perhitungan keduanya berbeda. Sebanyak 1 gram atau 1.000 miligran natrium, setara dengan 2,5 gram garam. Sejumlah organisasi kesehatan memiliki standar berbeda-beda terkait batas aman konsumsi garam per hari. Kementerian Kesehatan menyarankan, batas aman konsumsi garam per hari bagi orang dewasa dengan kondisi fisik sehat adalah 1 sendok teh garam, setara 5 gram garam, atau 2.000 miligram natrium. Pastikan konsumsi garam atau natrium setiap hari tidak melebihi batas aman. Kelebihan atau kekurangan garam bisa sama-sama berdampak negatif bagi tubuh.

Bahaya kekurangan dan kelebihan garam

  • Beberapa penelitian menunjukkan, kekurangan garam atau diet rendah garam bisa berbahaya bagi tubuh. Efek kekurangan garam di antaranya: Meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida Meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung,
  • Meningkatkan risiko kematian pada penderita gagal jantung,
  • Meningkatkan resistensi insulin.

Namun faktanya, selama ini lebih banyak orang yang kelebihan garam ketimbang kekurangan garam. Bahaya konsumsi garam berlebihan di antaranya:

  • Meningkatkan risiko diabetes,
  • tekanan darah tinggi,
  • dan penyakit ginjal Lebih berisiko terkena osteoporosis meningkatkan risiko kanker perut.

Hal yang perlu diingat, konsumsi garam yang dihitung tidak hanya berasal dari garam yang ditambahkan ke dalam bumbu masakan saja. Segala bentuk makanan olahan, makanan beku, dan makanan berpengawet bisa dipastikan tinggi garam. Selain itu, saus, makanan siap saji, sampai sereal juga termasuk makanan tinggi garam. Agar konsumsi garam tidak berlebihan dan berdampak buruk bagi kesehatan, batasi konsumsi makanan olahan, beku, berpengawet, sampai siap saji.

Sumber: Kompas.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia