Ketahui Perbedaan Penyakit Ginjal Diabetik dan Non Diabetik - Yayasan Ginjal Indonesia

13/07/2021

“Penyakit ginjal bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Salah satu penyakit yang bisa meningkatkan risiko gangguan pada ginjal adalah diabetes. Dalam hal ini, pengidap diabetes berisiko mengalami gangguan ginjal diabetik.”

Yagin, Jakarta – Penyakit ginjal ternyata bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya diabetik dan non diabetik. Penyakit ginjal diabetik adalah salah satu komplikasi mikrovaskular yang paling sering terjadi pada pengidap diabetes. Kondisi ini juga merupakan penyebab utama penyakit ginjal stadium akhir. Meski begitu, pengidap diabetes juga bisa mengalami gangguan ginjal non diabetik.

gambar oleh: alodokter.com

Penyakit ginjal non diabetik dapat terjadi sendiri atau tumpang tindih dengan penyakit ginjal diabetik. Kondisi ini juga terlihat sebagai penyebab proteinuria dan gagal ginjal pada diabetes melitus tipe 2. Perbedaan klinis antara penyakit ginjal non diabetik dan diabetik tidak begitu jelas. Namun, artikel berikut akan mencoba untuk menguraikannya.

Baca juga: Yuk Kenali, hubungan antara Diabetes dan Gagal Ginjal

Perbedaan Penyakit Ginjal Diabetik dan Non Diabetik

Penyakit ginjal diabetik bisa terjadi saat diabetes memicu kerusakan dan terbentuknya jaringan parut pada nefron. Nefron adalah bagian ginjal yang bertugas menyaring limbah dari darah, dan membuang kelebihan cairan dari tubuh. Di samping menyebabkan gagal fungsi, kerusakan juga membuat protein yang disebut albumin terbuang ke urine dan tidak diserap kembali.

Hingga kini, belum diketahui pasti mengapa kerusakan ginjal bisa terjadi pada pengidap diabetes. Namun, kondisi ini diduga terkait kadar gula dan tekanan darah yang mengganggu fungsi ginjal. Faktor risiko kondisi ini salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan gagal ginjal, misalnya makanan yang terlalu manis.

Baca jugaKetahui Berbagai Macam Alat Tes Gula Darah

Sementara itu, penyakit ginjal non diabetik tampaknya menyebabkan proteinuria pada pengidap diabetes. Prevalensi penyakit ginjal non diabetik sangat bervariasi. Terjadinya penyakit ginjal non diabetik pada penyakit ginjal diabetik tipe 1 jarang terjadi dibandingkan penyakit ginjal diabetik tipe 2.

Untuk mencari tahu penyebab terjadinya kerusakan pada organ ini, biasanya dilakukan prosedur biopsi. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui hal yang mendasari terjadinya kerusakan pada ginjal. Prosedur pemeriksaan dilakukan oleh dokter atau tenaga medis yang berpengalaman.

Prosedur Diagnosis Gangguan pada Ginjal

Diagnosis penyakit ginjal dimulai dengan pemeriksaan fisik dan gejala yang dialami. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan dalam keluarga. Pemeriksaan fisik yang dilakukan akan berfokus pada area pinggang yang terasa sakit. Tujuannya untuk melihat gejala pembengkakan tungkai, atau mengidentifikasi gejala infeksi, misalnya demam.

Baca juga: Sebab Pasien Gagal Ginjal Harus Ekstra Waspada di Masa Pandemi

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, yaitu:

  • Tes darah, untuk memantau fungsi ginjal, kadar ureum kreatinin, melihat kadar elektrolit, dan jumlah sel darah.
  • USG ginjal, untuk memantau struktur dan kondisi ginjal, memeriksa adanya pembengkakan, kista, dan tumor.
  • Tes urine, ini untuk mengetahui ada atau tidaknya albumin atau protein, bakteri, dan darah di dalam urin.
  • Biopsi ginjal, pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kerusakan atau perubahan ginjal dan jaringan ginjal.
Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia