Manfaat Infus Zat Besi di Tangan - Yayasan Ginjal Indonesia

24/03/2021

24 Maret 2021

Yagin, Jakarta – Dalam pemberian obat, ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Paling umum adalah meminum obat sehabis makan, namun jika kondisi kesehatan sudah cukup parah, atau ada masalah pada pencernaan, maka obat bisa diberikan melalui infus. Salah satu jenis obat yang bisa dilakukan dengan tangan diinfus adalah zat besi.

Dalam dunia medis, infus zat besi adalah prosedur untuk mengirimkan zat besi ke tubuh secara intravena. Ini berarti obat masuk ke pembuluh darah melalui jarum. Metode pemberian obat atau suplementasi ini juga dikenal sebagai infus intravena (IV).

Jika ingin tangan diinfus zat besi, biasanya hanya diperbolehkan untuk mereka yang sedang mengalami anemia defisiensi besi berat. Kondisi ini biasanya diobati dengan perubahan pola makan dan suplemen zat besi yang dikonsumsi dalam bentuk pil. Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan infus zat besi.

Baca juga: Ginjal & Hati Bermasalah, Waspada Hipermagnesemia

Manfaat Infus Zat Besi

Infus zat besi adalah salah satu cara untuk meningkatkan kadar zat besi tubuh dengan cepat. Saat tangan diinfus zat besi, maka ini menjadi cara pengobatan yang lebih cepat daripada suplemen atau perubahan pola makan. Ini bisa sangat membantu dalam situasi di mana anemia parah terjadi.

Manfaat fisik dari infus zat besi misalnya adalah peningkatan energi dan pernapasan yang lebih mudah. Mereka yang mendapatkannya akan mulai merasakan manfaat ini beberapa minggu setelah perawatan infus terakhir. Berapa lama manfaat ini bertahan tergantung pada penyebab anemia defisiensi besi dan apakah seseorang menggunakan terapi lain untuk meningkatkan kadar zat besi atau tidak.

Bergantung pada situasi, manfaat infus zat besi dapat berlangsung dari beberapa bulan hingga beberapa tahun. Seseorang mungkin memerlukan infus zat besi jika:

  • Tidak bisa minum zat besi melalui mulut.
  • Adanya gangguan penyerapan zat besi di usus.
  • Tidak dapat menyerap cukup zat besi karena kehilangan darah masif.
  • Perlu meningkatkan kadar zat besi dengan cepat untuk menghindari komplikasi medis atau transfusi darah.

Dokter juga mungkin merekomendasikan terapi tambahan untuk meningkatkan zat besi, seperti suplementasi dan perubahan pola makan, yang dapat memperpanjang manfaatnya.

Baca juga: 

Persiapan sebelum Tangan Diinfus Zat Besi 

Dokter akan memberi instruksi khusus untuk mempersiapkan perawatan infus zat besi pertama. Beberapa hal dasar yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan infus zat besi antara lain:

  • Makanlah sarapan dan makan siang, karena tidak perlu berpuasa untuk infus zat besi.
  • Minum obat yang biasa diminum.
  • Bersiaplah untuk mendapatkan infus kecil di lengan atau tangan.
  • Saat tangan akan diinfus, rasa gugup pasti ada. Coba kurangi kecemasan ini dengan membicarakan prosedur ini dengan dokter terlebih dahulu. Mereka dapat merekomendasikan cara untuk membantu proses infus tetap nyaman dan rileks selama prosedur.

Baca juga: Ini Penyebab Trombositosis Pada Pengidap Gagal Ginjal

Efek Samping dan Komplikasi

Setelah tangan diinfus zat besi, kamu bisa kembali beraktivitas. Kebanyakan orang bisa menyetir sendiri untuk pulang, bahkan kamu dapat kembali bekerja setelah infus jika merasa sanggup.

Namun, mungkin juga terjadi beberapa efek samping setelah prosedur. Kebanyakan dari mereka ringan, seperti:

  • Perubahan sementara pada cara mencicipi makanan dan minuman;
  • Sakit kepala;
  • Mual dan muntah;
  • Nyeri otot dan sendi;
  • Sesak napas;
  • Gatal dan ruam;
  • Peningkatan atau penurunan tekanan darah atau detak jantung;
  • Sensasi terbakar atau bengkak di tempat suntikan.

Ada juga efek samping yang serius, meskipun terhitung cukup jarang terjadi setelah tangan diinfus zat besi. Seseorang bisa alami gejala keracunan besi, yang mana gejalanya bisa datang dengan cepat, yang kemudian bisa menyebabkan syok anafilaksis. Atau mereka mungkin datang perlahan seiring waktu. Toksisitas zat besi yang berkembang dari waktu ke waktu menyebabkan terlalu banyak zat besi di jaringan tubuh.

Dosis uji dan kecepatan infus yang lambat dilakukan untuk mencegah komplikasi ini. Dosis tes juga penting jika kamu memiliki riwayat alergi obat ganda. Dokter akan menggunakan dosis tes untuk memantau untuk setiap reaksi. Reaksi ini bisa meliputi:

  • Anafilaksis;
  • Syok;
  • Hipotensi parah (tekanan darah rendah);
  • Pingsan;
  • Penurunan kesadaran.

Itulah informasi mengenai suntik zat besi yang diperlukan untuk berbagai tujuan kesehatan. Jika dirasa kamu membutuhkannya, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter ya!

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia