Menjaga Ginjal Atau Cuci Darah Terapi Seumur Hidup - Yayasan Ginjal Indonesia

17/11/2021

 

Gambar: Sehatq.com

 

Yagin, Jakarta – Menjaga ginjal sangat penting sebab jika fungsinya sudah bermasalah, maka harus cuci darah. Itu terapi seumur hidup dengan biaya yang mahal.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. ginjal salah satu organ penting bagi tubuh untuk mengeluarkan racun dan cairan berlebih dalam tubuh melalui air kemih. Bila terjadi kerusakan ginjal akan terjadi penumpukan racun dan air yang akan membahayakan tubuh hingga mematikan. Penurunan fungsi ginjal inilah yang disebut gagal ginjal.

Secara garis besar gagal ginjal dibagi menjadi dua, gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Gagal ginjal akut artinya penurunan fungsi ginjal terjadi mendadak dalam waktu singkat atau beberapa jam atau beberapa hari pada ginjal yag sebelumnya normal.

Itu bisa terjadi akibat penyakit atau faktor luar yang membuat ginjal tiba-tiba bekerja terlalu keras sehingga ginjal lelah dan akhirnya menurun fungsi mendadak. Misalnya penyakit jantung, sumbatan pada saluran kemih seperti batu ginjal, keracunan atau penyakit apapun yang mengenai salah satu organ penting. “Bila penyakit atau kondisi dasarnya teratasi, ada kemungkinan besar kondisi ginjal dapat pulih seperti sedia kala.

Gagal ginjal kronis adalah penurunan fungsi ginjal yang terjadi secara perlahan akibat penyakit kronis, berlangsung lebih dari 3 bulan dan tidak dapat kembali pulih. Gagal ginjal kronis disebabkan oleh penyakit pada ginjal itu sendiri, misal glomerulopati primer, ginjal polikistik atau sumbatan pada ginjal atau akibat penyakit menahun yang tidak terkontrol misal kencing manis, darah tinggi, lupus, infeksi, dan lainnya.

Salah satu cara mengatasi penumpukan racun dan cairan akibat gagal ginjal adalah cuci darah atau hemodialisis. Cuci darah dilakukan jika kondisi pasien yang semakin menurun atau memburuk tiba-tiba akibat penumpukan racun dalam darah dimana pada gagal ginjal akut terjadi kenaikan kadar creatinin 2-3x lipat dari nilai normal dan pada gagal ginjal kronis terjadi penurunan laju filtrasi glomerolus < 15ml/mnt/1,73m2) atau disebut gagal ginjal terminal.

Pada gagal ginjal akut dilakukan cuci darah hingga 3 bulan untuk menilai kondisi ginjal. Bila pulih maka cuci darah dihentikan, sedangkan pada gagal ginjal kronis berarti cuci darah seumur hidup.

cuci darah dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak dalam hal menghilangkan racun dan membuang cairan berlebih dalam tubuh. Penumpukan racun dalam darah bisa menyebabkan mual muntah, nafas berbau kencing, badan lemah, meracau, kejang hingga penurunan kesadaran (koma).

Cairan berlebih dalam badan akibat tidak ada air kemih yang diproduksi ginjal menyebabkan bengkak pada tubuh, sesak nafas hingga akhirnya gagal nafas.

Cara mencegah kondisi ginjal saat menurun : Metode Terapi Pasien Gagal Ginjal

  1. kontrol penyakit kronis dengan minum obat teratur dan konsultasi teratur ke dokter yang menangani, misal kontrol kadar gula atau tekanan darah.
  2. olahraga ringan selama 30 menit setiap hari misal jalan kaki, bersepeda, atau berenang.
  3. jangan merokok dan batasi minum alkohol.
  4. jaga berat badan di berat ideal dan usahakan pola makan sehat dan berimbang. Minum air putih 1-2 liter sehari.
  5. jangan menahan buang air kecil dan hindari penggunaan obat-obatan atau suplemen dalam jangka panjang tanpa seizin dokter.
  6. periksa kesehatan secara berkala.

Bagaimana cara menjaga ginjal tetap sehat tanpa obat ? Gejala Ginjal Menyerang Segala Usia

  1. Cara mudah menjaga ginjal agar tetap sehat tanpa obat memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minum air putih seringkali disepelekan terutama ketika kita sedang banyak aktivitas.
  2. Aktif bergerak, juga bisa menjaga kesehatan ginjal tanpa obat dengan aktif bergerak.
  3. Jaga tekanan darah, cobalah mengonsumsi makanan tinggi kalium, ikan, susu, kentang, dan alpukat, serta hindari stres.
  4. Menjaga berat badan, berat badan berlebih atau obesitas juga bisa memperlemah kinerja ginjjal. Obesitas tak hanya memperlemah kinerja ginjal, tetapi juga organ lainnya.
  5. Mengatur pola makan, jauhi konsumsi garam berlebih dan makanan olahan. Makanan berkadar garam tinggi membuat keseimbangan mineral dalam darah terganggu, sehingga kinerja ginjal semakin berat dan produksi uriin sedikit. Oleh karena itu, mulailah mengonsumsi ikan, daging putih tanpa lemak, buah-buahan dan sayuran yang ditanam secara organik.
  6. Hindari beberapa suplemen dan Obat-obatan. hindari obat anti nyeri, antibiotik, penggunaan non resep pil naproxen dan ibuprofen dalam jangka waktu lama, obat herbal dan suplemen vitamin tertentu secara berlebihan berpotensi merusak dan cukup berbahaya bagi ginjal, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter langganan anda.

 

 

Sumber: Harnas.com

Edit By: Yunianti


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia