Mitos atau Fakta Seputar Transplantasi Ginjal - Yayasan Ginjal Indonesia

30/12/2021

 

Gambar: id.theasianparent.com

 

Yagin, Jakarta – Transplantasi ginjal merupakan salah satu langkah medis yang dilakukan untuk pasien yang mengalami penyakit penyakit gagal ginjal kronik (PGK).Namun, hingga saat ini masih banyak mitos salah kaprah tentang transplantasi ginjal yang berkembang di masyarakat. Cangkok ginjal atau transplantasi ginjal dapat diperoleh dari donor orang yang masih hidup maupun sudah meninggal.

  • Mitos Transplantasi Ginjal 

  1. Pilihan terakhir jika cuci darah tidak berhasil. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa transplantasi ginjal adalah opsi terakhir jika cuci darah tidak berhasil.

2. Hanya untuk pasien usia muda. Transplantasi ginjal dikatakan beberapa orang hanya berguna pada pasien yang usianya masih muda.

3.Transplantasi ginjal memakan biaya yang besar, Transplantasi ginjal di anggap jauh lebih mahal dari pada cuci darah.

4. Risiko gagal tinggi. Operasi transplantasi ginjal dianggap operasi besar dengan risiko kegagalan yang tinggi.

5. Pasien cuci darah. Transplantasi ginjal tidak bisa dilakukan pada pasien yang sudah lama cuci darah. “Hal ini tetap dapat dilakukan oleh pasien yang sudah rutin cuci darah,” tutur Rasyid

6. Ginjal tidak akan rusak. Ada yang beranggapan bahwa ginjal baru pasca transplantasi tidak akan pernah rusak.

  •  Fakta Transplantasi Ginjal 

  1. Transplantasi ginjal bisa dilakukan sebelum pasien membutuhkan prosedur cuci darah.

2. Transplantasi ginjal bermanfaat pada semua pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir baik usia muda atau tua

3. Dalam jangka lebih dari 1 tahun, prosedur transplantasi jika dihitung akan jauh lebih ekonomis dibandingkan cuci darah.

4. Operasi transplantasi ginjal di era moderen termasuk aman, dengan angka keberhasilan lebih dari 95 persen.tetap bisa dilakukan transplantasi, walau manfaat transplantasi lebih besar jika dilakukan sedini mungkin.

5. Tetap bisa dilakukan transplantasi, walau manfaat transplantasi lebih besar jika dilakukan sedini mungkin

6. Ginjal baru bisa rusak jika pasien tidak menjalanan pengobatan dan gaya hidup yang baik. Bahkan prosedur ini bisa diulang bila perlu.

 

Orang yang sudah melakukan transplantasi tetap harus menjaga pola hidup yang sehat, meskipun sudah bisa melakukan aktivitas secara normal

 

 

 

Sumber: Kompas,com 

Edit by: Yunianti 


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia