Perbedaan 5 Jenis Vaksin COVID-19 Sinovac hingga Pfizer" - Yayasan Ginjal Indonesia

30/09/2021

Gambar: rakyatmerdeka

 

Yagin, Jakarta- Ada lima jenis Vaksin Covid 19 yang telah digunakan di Indonesia. Vaksin yang telah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM tersebut yakni Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.
ada perbedaan dari kelima jenis vaksin tersebut, terutama dari metode pengembangannya. Untuk Sinovac, Sinopharm dan AstraZeneca, Vaksin COVID-19 dikembangkan dengan seluruh bagian virus. Sementara Moderna dan Pfizer, dikembangkan dengan bagian genetik tertentu dari virus.
“Secara sederhana, dari berbagai jenis Vaksin COVID-19 yang dikembangkan, kita dapat dikategorikan proses pengembangan berdasarkan bahan baku yang digunakan,” kata Prof Wiku.

1. Vaksin Sinovac
Vaksin Sinovac dibuat dengan metode inactivated virus. Artinya virus yang berada dalam vaksin sudah dimatikan dan tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.
Inactivated adalah metode paling umum dalam pembuatan vaksin.

Usia +12 tahun

Penderita gangguan jantung, pernapasan, obesitas
Penyintas COVID-19*
Penderita HIV +*
Penderita gangguan imun*
Ibu hamil
Ibu menyusui
*Dengan anjuran tenaga kesehatan

2. Vaksin Sinopharm
Vaksin Sinopharm dibuat dengan metode virus yang telah dilemahkan. Metode ini merupakan pemberian injeksi patogen virus yang telah dilemahkan sehingga tidak dapat menyebabkan sakit, tetapi mampu menginduksi respons imun.

Usia +18 tahun

Penyintas COVID-19*
Penderita HIV +*
Ibu menyusui
*Dengan anjuran tenaga kesehatan


3. Vaksin AstraZeneca
AstraZeneca menggunakan metode vaksin vektor virus dalam pengembangan vaksin COVID-19. Vaksin AstraZeneca menggunakan platform Adenovirus atau merekayasa virus adar menjadi vaksin sehingga mampu menginfeksi virus lain.

Usia +18 tahun

Penderita gangguan jantung, pernapasan, obesitas

Penyintas COVID-19*
Penderita HIV +*
Penderita gangguan imun*
Ibu hamil
Ibu menyusui
*Dengan anjuran tenaga kesehatan

4. Vaksin Moderna
Vaksin Moderna dibuat dengan metode mRNA. Vaksin mRNA tergolong jenis vaksin baru untuk melindungi dari penyakit menular.

Usia +18 tahun

Rekomendasi target penerima vaksin
Penderita gangguan jantung, pernapasan, obesitas
Penyintas COVID-19*
Penderita HIV +*
Penderita gangguan imun*
Ibu hamil
Ibu menyusui
*Dengan anjuran tenaga kesehatan


5. Vaksin Pfizer
Sama seperti Moderna, vaksin Pfizer juga berbasis mRNA. Vaksin mRNA tidak menggunakan virus hidup penyebab COVID-19.
Usia +12 tahun

Penderita gangguan jantung, pernapasan, obesitas
Penyintas COVID-19*
Penderita HIV +*
Penderita gangguan imun*
Ibu hamil
Ibu menyusui

 

Macam-macam vaksin yang sudah diterangkan di atas jangan sampai Sahabat Ginjal merasa gundah milih mana yang terbaik. Semua aman kok! Yang terpenting selalu bertanya ke pihak medis dan tenaga kesehatan untuk memahamkan kamu, jangan tanya ke mbah dukun yaaa….

Boleh percaya isu-isu yang beredar tapi jangan jadi netizen misteriusan, kalo ada ghosip negatif ikut ngeiya-in tapi saat ada berita dari pemerintah yang datanya diriset langsung oleh pakar ahli dibidangnya malah julid. Kan “jaka sembung bawa golok”…..

 

Terakhir dari mimin “Masyarakat Berani Vaksin, Indonesia Aman.”

 

 

Sumber: detikHealth

Edit By: Yunianti


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia