Perbedaan Gagal Ginjal Akut Dan Kronis - Yayasan Ginjal Indonesia

05/01/2022

gambar: CMIhospital.com

 

Yagin, Jakarta – Terdapat dua jenis gagal ginjal sesuai kondisi penyakit, yakni gagal ginjal kronik dan gagal ginjal akut.

Melansir Urology Health, gagal ginjal kronik adalah penyakit ginjal yang berlangsung lama sampai menurunkan fungsi ginjal secara signifikan.

Penderita gagal ginjal kronik acapkali tidak merasakan tanda gagal ginjal sampai fungsi ginjal menurun di bawah 20 persen.

Gejala gagal ginjal kronis saat fungsinya sudah jauh berkurang, antara lain:

  • Hasil tes darah dan urine tidak normal
  • Tekanan darah tinggi
  • Berat badan turun tanpa alasan
  • Jumlah sel darah merah rendah atau anemia
  • Mual dan muntah
  • Ada rasa logam di mulut
  • Tidak nafsu makan
  • Sesak napas dan nyeri dada
  • Sering mati rasa dan kesemutan
  • Badan mudah memar
  • Gatal
  • Kelelahan
  • Sakit kepala akut
  • Otot kerap kedutan dan kram
  • Tulang mudah patah atau rapuh
  • Warna kulit kuning kecokelatan
  • Bagian tangan, kaki, dan wajah bengkak Susah tidur Koma dan kejang

Perbedaan gejala gagal ginjal kronik dan akut

Melansir Michigan Medical, penyakit gagal ginjal akut adalah kondisi saat ginjal tiba-tiba tidak berfungsi.

Gejala gagal ginjal akut biasanya mencerminkan penyebab mendasar penyakit, antara lain:

  • Sakit pinggang atau punggung bawah nyeri
  • Ada darah dalam urine Urine yang keluar sedikit
  • Haus terus-menerus
  • Pusing
  • Detak jantung meningkat atau melambat

Sebagian kasus gagal ginjal akut diketahui saat hasil pemeriksaan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah pasien meningkat.

Tes ultrasonografi ginjal juga bisa digunakan untuk mendeteksi dengan pasti apakah penyakit gagal ginjal termasuk jenis kronik atau akut

Penyebab gagal ginjal kronik dan akut

Penyebab gagal ginjal kronik dan akut sangat berbeda. Gagal ginjal kronik biasanya disebabkan komplikasi penyakit yang lambat laun menurunkan fungsi ginjal.

Beberapa penyebab gagal ginjal kronik yang membuat ginjal tidak berfungsi, di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kerusakan ginjal
  • Gula darah tinggi
  • Penyakit ginjal polikistik
  • Saluran kencing tersumbat
  • Infeksi ginjal

Sedangkan gagal ginjal akut biasanya disebabkan kondisi atau kebiasaan yang merusak ginjal.

Beberapa penyebab gagal ginjal akut, antara lain:

  • Komplikasi setelah operasi atau kecelakaan
  • Ginjal bengkak karena efek samping obat atau infeksi yang tidak tertangani
  • Penyakit batu ginjal
  • Tekanan darah sangat tinggi Dehidrasi

Cara mengatasi gagal ginjal kronik dan akut Pengobatan untuk mengatasi gagal ginjal akut harus disesuaikan dengan penyebab mendasar penyakit.

Misalkan, tekanan darah terlalu tinggi atau rendah, batu ginjal, atau gula darah tinggi.

Terkadang, dokter juga merekomendasikan pasien untuk menjalani cuci darah untuk sementara waktu.

Sedangkan cara mengatasi gagal ginjal kronik juga memperlukan pengobatan untuk mengatasi penyebab mendasar penyakit.

Tujuannya bukan untuk menyembuhkan gagal ginjal kronik, tapi mencegah penyakit ginjal bertambah parah.

Ketika fungsi ginjal sudah menurun di bawah 10 persen, dokter biasanya merekomendasikan perawatan cuci darah dan transplantasi ginjal.

Terutama bagi pasien yang memiliki gejala penumpukan kotoran di dalam darah (uremia) seperti mual dan gatal.

 

 

Sumber: health.kompas.com

Edit By: Yunianti 


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia