Puasa, Apakah Diperbolehkan Untuk Pasien Gagal Ginjal? - Yayasan Ginjal Indonesia

19/03/2021

19 Maret 2021

Yagin, Jakarta – Sebelum mengetahui apakah pengidap ginjal boleh berpuasa atau tidak, kamu perlu mengetahui bagaimana kondisi fisik selama mengidap gagal ginjal. Pakar kesehatan umumnya menyarankan puasa bagi pengidap Gagal Ginjal  kronis merupakan suatu yang baik.

 

Beda halnya dengan pengidap batu ginjal. Pengidap batu ginjal justru disarankan untuk minum air lebih banyak karena salah satu penyebab batu ginjal adalah kurangnya asupan air. Jadi, bagaimana gangguan gagal ginjal memengaruhi kondisi fisik kamu alami saat ini?

 

Baca juga: Menapis Massal, Mencegah Gagal Ginjal

Tergantung Pada Kondisi Fisik Pengidap Ginjal

Pada pengidap gangguan ginjal kronis, jumlah urine menurun drastis hingga terkadang urine tidak keluar sama sekali. Hal ini karena ginjal sudah mengecil dan mengalami penurunan fungsi. Berpuasa bagi pengidap ginjal kronis akan mengurangi cairan, sehingga mengurangi beban ginjal.

Di sisi lain, pengidap ginjal kronis tidak disarankan untuk terlalu banyak minum, sebab bisa membuat tubuh membengkak karena urine yang dikeluarkan sedikit. Kondisi ini dapat menyebabkan hiperkalemia. Kelebihan air justru jadi penyebab utama kematian pengidap ginjal kronis.

Hal yang perlu diketahui juga, puasa atau tidaknya tergantung pada kondisi fisik masing-masing pengidap ginjal. Pengidap ginjal yang mengalami masalah seperti poliuria, kadar gula darah tidak terkendali, tekanan darah selalu tinggi, mengalami infeksi hingga komplikasi fungsi jantung, sebaiknya tidak berpuasa terlebih dulu. Karena berpuasa dapat menyebabkan kondisi jadi semakin buruk.

Sementara itu, pengidap yang stabil dan tidak memiliki komplikasi lain, dapat mempertimbangkan untuk menjalani puasa Ramadhan. Tentu saja pengidap harus berdiskusi terlebih dulu dengan dokter yang menangani.

Baca juga: Siapa Sajakah Kelompok Orang Berisiko Alami Gagal Ginjal Akut?

Perhatian Khusus Pengidap Penyakit Ginjal saat Berpuasa

Pengidap penyakit ginjal dapat berpuasa atas pertimbangan, izin, dan di bawah pemantauan dokter yang menangani. Pada dasarnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengidap gangguan ginjal selama menjalani puasa:

  • Konsumsi obat sesuai anjuran dan resep dokter. Minum saat sahur dan berbuka puasa sesuai petunjuk dokter. Hindari menghentikan konsumsi obat secara sengaja, karena dapat berakibat fatal.
  • Hindari konsumsi makanan yang mengandung kalium dan fosfor tinggi seperti kurma, aprikot, dan gorengan. Pada prinsipnya, pengidap ginjal harus menjaga agar kadar elektrolit, mineral, dan cairan dalam tubuh tetap dalam keadaan seimbang. Makanan yang dianjurkan adalah nasi, roti, buah (apel, nanas, pir, ceri), dan sayuran (brokoli, kol, wortel).
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa. Aturannya dua gelas air putih saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas saat makan malam. Sebaiknya hindari dan batasi konsumsi minuman berkafein, bersoda, dan beralkohol.
  • Rutin periksa ke dokter, setidaknya 1-2 minggu sekali selama bulan puasa. Ini untuk memastikan kondisi ginjal tetap optimal, sehingga jika ditemukan kelainan, dokter dapat mempertimbangkan kembali apakah puasa dapat dilanjutkan atau tidak. Pengidap dianjurkan untuk segera mengunjungi dokter jika mengalami bengkak di beberapa bagian tubuh, merasa pusing, susah bernapas, dan merasa kelelahan.

Sumber : halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia