Rangkaian Perawatan Pengidap Gagal Ginjal - Yayasan Ginjal Indonesia

03/08/2021

“Ginjal perlu dijaga dalam kondisi sehat dikarenakan ginjal banyak melakukan kerja penting. Ada dua pilihan perawatan untuk pengobatan gagal ginjal yaitu dialisis dan transplantasi ginjal. Beberapa faktor berperan dalam menentukan angka harapan hidup dan keberhasilan perawatan, seperti usia, stadium penyakit ginjal, serta kondisi kesehatan lainnya.”

Yagin, Jakarta – Gagal ginjal terjadi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dari darah. Ada banyak faktor yang dapat mengganggu kesehatan dan fungsi ginjal mulai dari paparan racun terhadap polutan lingkungan atau obat tertentu, mengidap penyakit akut dan kronis tertentu, dehidrasi parah, sampai trauma ginjal.

Ada dua pilihan pengobatan untuk gagal ginjal yaitu dialisis (hemodialisis atau dialisis peritoneal) dan transplantasi Ginjal. Bagaimana rangkaian perawatan untuk pengidap gagal ginjal?

Perawatan untuk Pengidap Gagal Ginjal

Ginjal perlu terjaga tetap dalam kondisi yang sehat. Ini dikarenakan ginjal banyak melakukan kerja penting. Ginjal menjaga keseimbangan seluruh tubuh, menghilangkan produk limbah dan air ekstra dari tubuh, membantu membuat sel darah merah, dan membantu mengontrol tekanan darah.

Apabila kamu mengalami gagal ginjal, itu berarti ginjal sudah rusak sehingga tidak dapat melakukan fungsi-fungsi penting ini dengan cukup baik. Gagal ginjal itu artinya kamu kehilangan 85-90 persen fungsi ginjalmu, serta ginjalmu tidak bekerja cukup baik untuk membuat kamu tetap hidup.

Dokter akan membantu memutuskan kapan kamu perlu memulai perawatan. Keputusan tersebut didasarkan pada:

1. Gejala yang dialami.

2. Masalah kesehatan lain yang dimiliki.

3. Berapa banyak fungsi ginjal yang tersisa.

4. Kesehatan nutrisi.

Ketika tiba saatnya untuk memilih pengobatan untuk gagal ginjal, keputusannya mungkin sering membuat stres. Mempelajari sebanyak mungkin tentang pilihan dan berbicara dengan tim perawatan kesehatan untuk memilih rencana perawatan yang tepat akan memudahkan kamu untuk membuat keputusan.

Baca juga: Mungkinkah Sakit Ginjal Tanpa Cuci Darah?

Setiap pilihan perawatan memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda, sehingga penting untuk dipelajari sebanyak mungkin. Umumnya, ada dua pilihan perawatan untuk pengobatan gagal ginjal yaitu dialisis (hemodialisis atau dialisis peritoneal) dan transplantasi ginjal.

  • Hemodialisis dan Dialisis Peritoneal

Hemodialisis adalah perawatan yang menghilangkan limbah dan cairan ekstra dari darah. Ini dapat dilakukan di rumah atau di pusat dialisis. Selama hemodialisis, darah dipompa melalui tabung lunak ke mesin dialisis di mana darah akan melewati filter khusus yang disebut dialyzer (juga disebut ginjal buatan). Setelah darah disaring baru darah dikembalikan ke aliran darahmu.

Pada terapi cuci darah ini ada juga yang disebut dialisis peritoneal. Dalam dialisis peritoneal, darah dibersihkan di dalam tubuh, bukan di luar tubuh. Lapisan perut (peritoneum) bertindak sebagai filter alami. Melalui tabung lunak yang disebut kateter, limbah dan cairan ekstra mengalir dari darah ke dalam larutan pembersih.

Baca juga: Siapa yang Penting Melakukan Cuci Darah?

Dialisis peritoneal adalah perawatan yang dapat dilakukan di rumah, di tempat kerja, di sekolah atau bahkan selama perjalanan. Karena itu, dialisis peritoneal memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar.

  • Transplantasi Ginjal

Transplantasi ginjal adalah operasi yang menempatkan ginjal yang sehat dari orang lain ke dalam tubuhmu. Ginjal mungkin berasal dari seseorang yang telah meninggal atau dari donor hidup yang mungkin kerabat dekat, pasangan atau teman.

Transplantasi ginjal adalah pengobatan, bukan penyembuhan, dan penting untuk merawat ginjal baru dengan perawatan yang sama seperti sebelum menerima transplantasi. Umumnya orang yang menjalani dialisis dapat bertahan hidup 5 sampai 10 tahun selama mereka mengikuti pengobatannya.

Beberapa faktor yang berperan dalam angka harapan hidup dari pengidap gagal adalah:

1. Usia.

2. Stadium penyakit ginjal.

3. Kondisi kesehatan lainnya.

Baca juga: Pasien Gagal Ginjal Didorong Lakukan Transplantasi

Orang muda dengan gagal ginjal tahap menengah yang tidak memiliki faktor risiko komplikasi atau kondisi lain kemungkinan akan hidup lebih lama daripada orang yang lebih tua dengan gagal ginjal stadium 4 atau stadium 5 ditambah diabetes atau penyakit kardiovaskular.

Sumber: Halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia