Siapa Sajakah Kelompok Orang Berisiko Alami Gagal Ginjal Akut? - Yayasan Ginjal Indonesia

09/03/2021

09 Maret 2021

Yagin, Jakarta – Gagal ginjal akut terjadi ketika ginjal tidak mampu menyaring produk limbah dari darah. Ketika ginjal kehilangan kemampuan penyaringannya, tingkat limbah berbahaya dapat menumpuk, dan susunan kimiawi darah menjadi tidak seimbang.

Orang dengan kondisi tertentu berisiko alami gagal ginjal akut. Biasanya, orang yang sedang dirawat di rumah sakit, lansia, pengidap penyumbatan di pembuluh darah, orang dengan diabetes, dan pengidap hipertensi. Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini!

Mereka yang Berisiko Gagal Ginjal Akut

Tadi sudah disebutkan kalau beberapa kondisi tertentu dapat menempatkan seseorang mengalami gagal ginjal akut. Jika kamu pengidap gagal jantung, punya penyakit ginjal, penyakit hati, dan sedang menjalani perawatan jenis kanker tertentu, kamu juga berisiko mengalami gagal ginjal akut.

Baca juga: Gagal Ginjal Akut, Gejala, Penyebab & Pengobatan

Gangguan kesehatan yang memperlambat aliran darah ke ginjal juga dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Misalnya seperti:

1. Kehilangan darah atau cairan.

2. Mengonsumsi obat tekanan darah.

3. Mengalami serangan jantung.

4. Mengalami infeksi tertentu.

5. Penggunaan aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), naproxen sodium (Aleve, lainnya) atau obat-obatan terkait.

6. Reaksi alergi yang parah (anafilaksis).

7. Mengalami luka bakar parah.

8. Dehidrasi berat.

Gagal ginjal akut yang tidak diobati dapat menyebabkan kematian. Komplikasi potensial dari gagal ginjal akut meliputi:

Baca juga: Benarkah Gagal Ginjal Dapat Menyebabkan Perikarditis?

1. Penumpukan cairan. Gagal ginjal akut dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru, yang dapat menyebabkan sesak napas.

2. Nyeri dada. Jika lapisan yang menutupi jantung (perikardium) meradang, kamu mungkin mengalami nyeri dada.

3. Kelemahan otot. Ketika cairan dan elektrolit tubuh (kimia darah tubuh) tidak seimbang, kelemahan otot dapat terjadi.

4. Kerusakan ginjal permanen. Kadang-kadang, gagal ginjal akut menyebabkan hilangnya fungsi ginjal secara permanen, atau penyakit ginjal stadium akhir. Orang dengan penyakit ginjal stadium akhir memerlukan dialisis permanen untuk membuang racun dan limbah dari tubuh atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Baca juga: Alternatif Pengobatan: Penyakit Gagal Ginjal Hati-hati

Bertahan Hidup Setelah Gagal Ginjal

Setelah ginjal berhenti bekerja, kira-kira berapa seseorang dapat bertahan hidup tanpa dialisis atau transplantasi? Kebanyakan orang dapat mempertahankan penyaringan normal di ginjal mereka meskipun mereka telah kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya.

Hanya jika kurang dari 10 persen fungsi ginjal yang tersisa barulah masalah metabolisme dapat muncul. Ketika ginjal mengalami kegagalan dalam menjalani fungsinya, berbagai produk limbah menumpuk di dalam darah, sehingga menimbulkan kondisi yang dikenal sebagai uremia.

Dalam kasus gagal ginjal akut, fungsi ginjal menurun dengan cepat dalam beberapa jam atau hari sehingga menimbulkan gangguan metabolik yang serius. Jika keadaan tersebut berlanjut, orang tersebut tidak lagi memproduksi urine, yang dikenal sebagai oliguria. Bila ini terjadi, kecil kemungkinan orang tersebut dapat bertahan hidup lebih dari 2 hingga 3 minggu.

Dalam kasus gagal ginjal kronis, proses penurunan fungsi ginjal lebih bertahap, di mana tubuh beradaptasi dengan keadaan fungsi ginjal yang menurun. Ini bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan beberapa tahun sebelum penurunan menyebabkan kegagalan total ginjal. Namun, begitu titik itu tercapai, tidak mungkin untuk bertahan hidup lebih dari beberapa minggu tanpa menjalani dialisis atau transplantasi ginjal.

Sumber: halodoc.com

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia