Sumber Asupan Gizi Bagi Penderita Gagal Ginjal - Yayasan Ginjal Indonesia

08/02/2021

08 Februari 2021

Gambar kebutuhan gizi oleh WordPress.com

Yagin,  Jakarta – Berdasarkan data WHO (World Health Organization) tahun 2016, 54% angka kematian di Indonesia disebabkan penyakit gagal ginjal. Sedangkan di dunia, gagal ginjal kronis sudah menjadi penyebab kematian nomor 18.

Data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 2016 mencatat penyakit gagal ginjal telah menelan biaya hingga Rp2,4 triliun. Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (PPJK) menyebutkan bahwa biaya yang dihasilkan untuk tindakan hemodialisis atau cuci mencapai Rp227 miliar dalam lima tahun terakhir.

Bagi pasien dengan gagal ginjal atau penyakit ginjal kronis biaya pengobatan yang mahal menjadi beban terbesar. Selain obat-obatan yang harus dikonsumsi rutin, pada penderita gagal ginjal kronis yang harus melakukan cuci darah rutin, biayanya tentu akan berlipat ganda.

Penyakit gagal ginjal sendiri memiliki beberapa tingkat dari yang ringan hingga berat. Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, progresivitas penyakit ini bisa terus meningkat.

Baca Juga : Menguak Jenis Makanan Sehat Untuk Penderita Gagal Ginjal

Menurut dr. Sudung O. Pardede Sp.A (K) dari RSCM, gizi merupakan bagian penting pada anak dengan penyakit gagal ginjal karena makanan yang tepat dapat mencegah atau memperlambat progresivitas penyakit ginjal. “Asupan gizi memengaruhi fungsi ginjal, itu sebabnya untuk anak-anak dengan penyakit ginjal harus memperhatikan pola makan dan diet yang tepat,” ungkap dr. Sudung dihadapan orang tua dan pasian anak dengan penyakit ginjal dalam acara Kidney City Tour 2018 – Fight Kidney Disease, Cause I’m a Warrior bersama Baxter di Jakarta Aquarium (18/3).

Dr. Sudung menambahkan, pada pasien anak dengan penyakit ginjal, kandungan gizi pada pola konsumsi harus diperhatikan. Tidak ada pantangan yang pasti, tapi dilihat kasus per kasus pada anak tersebut. Berikut 5 kandungan gizi yang perlu diperhatikan pada anak dengan penyakit ginjal.

1. Protein
Protein diperlukan tubuh sebagai zat pembangun dan mempertahankan kerja otot, tulang, kulit, organ, darah, dan melawan penyakit serta penyebuhan luka. Produk sisa protein ini dibuang dari tubuh melalui ginjal. Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, maka sisa protein dalam tubuh bisa tidak terbuang dan ingin dapat menyebabkan penyakit. Jadi, konsumsi protein pada anak dengan penyakit ginjal harus diperhatikan, dilihat dari tingkat kinerja ginjalnya. Untuk ini perlu masukan dari dokter dan ahli gizi.

2. Natrium
Kelebihan natrium/sodium dalam darah akan menyebabkan kehausan, kenaikan tekanan darah, retensi air yang menyebabkan bengkak, dan sesak. Natrium bsia berasal dari makanan kaleng, makanan yang diproses, makanan beku.

3. Kalium
Kalium penting untuk otot dan jantung. Namun makanan dengan kandungan kalium sangat tinggi bisa jadi berbahaya untuk pasien gangguan ginjal tertentu. Makanan kaya kalium seperti kentang, pisang, tomat, brokoli hingga bayam. Sebagai alternatif makanan dengan kandungan kalium yang rendah adalah apel, nanas, strawberi, blueberi dan rasberi.

4. Fosfor
Fosfor berguna untuk regulasi jumlah kalsium di dalam tulang. Kadar fosfor juga perlu diatur. Makanan dengan fosfor tinggi seperti susu, keju, yogurt, kacang-kacangan, daging olahan seperti burger, kuning telur, dan es krim. Sedangkan makanan dengan kandungan fosfor yang rendah adalah kacang hijau, nasi, putih telur, dan sorbet.

5. Cairan
Asupan cairan juga perlu diatur, jangan sampai kekurangan atau kelebihan. Dengan jumlah yang sesuai akan membantu kerja ginjal lebih baik.

Sumber: femina.co.id

Edit by: Risma Andira


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia