Tanda Pada Kuku Bisa Menandakan Adanya Penyakit Dalam Tubuh ? - Yayasan Ginjal Indonesia

08/11/2021

Gambar: Tampang.com

 

Yagin, Jakarta- Pada umumnya, kuku kita memiliki warna putih atau bening. Namun karena kebiasaan tertentu seperti mengecat kuku, warna kuku bisa berubah. Nah, jika warna kuku menunjukkan perubahan tanpa kita ketahui, bisa jadi kita mempunyai masalah pada kondisi kesehatan kita.

Hal itu dibenarkan oleh ahli gizi asal Australia, Fiona Tuck. Ia mengungkap, segala perubahan pada kuku bisa menandakan adanya masalah kesehatan di tubuh. Menurut dia, warna kuku mencerminkan kondisi bagian dalam tubuh kita. Namun perubahan pada kuku butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Perubahan pada kuku yang menunjukkan masalah kesehatan sebagai berikut:

1. Bintik atau garis putih

Banyak orang mengalami bintik-bintik putih pada kuku, yang merupakan indikasi kekurangan seng atau kalsium. “Ini akan terlihat seperti bintik-bintik kecil atau garis putih di kuku. Jika semua kuku kita seperti ini, tandanya kita tidak mendapatkan seng atau kalsium dalam jumlah cukup,” katanya. Untuk mengatasinya, kita bisa mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung seng dan kalsium. Fiona menyarankan konsumsi produk susu dan sayuran berdaun hijau untuk menambah kalsium, sementara biji labu, tiram, unggas dan daging merah untuk meningkatkan kadar seng.

2. Kuku pucat atau membiru

Kuku yang sehat, kata Fiona, selalu berwarna merah muda. Namun kuku yang pucat atau membiru bisa menunjukkan sirkulasi darah yang rendah. Kuku yang pucat juga menandakan tubuh kita kekurangan zat besi, yang bisa dilihat dari tes darah atau pola diet yang dijalani. Setelah kekurangan nutrisi diperbaiki, Fiona mengatakan kelainan pada warna kuku akan berubah. Kita dapat berolahraga lebih sering untuk menghilangkan warna kuku yang pucat.

3. Lekukan pada kuku atau kuku berlubang

Lekukan pada kuku atau kuku berlubang adalah kondisi yang jarang terjadi. Tetapi, kita bisa mengalaminya jika tubuh mengalami sakit parah. “Lubang pada kuku terlihat seperti titik kecil atau tusukan dan ini biasanya terjadi ketika ada kondisi autoimun di dalam tubuh,” ujar Fiona. Dia menambahkan, kondisi kuku berlubang kerap dialami penderita psoriasis (sejenis penyakit kulit), atau alopecia(rambut rontok). Seluruh faktor tersebut bisa bersifat genetik, tetapi perlu diperiksa oleh dokter atau spesialis, menurut Fiona.

4. Kerutan pada kuku

Jika kuku tumbuh membentuk garis vertikal, ini adalah indikasi masalah yang terkait dengan usus. Fiona mengatakan, kuku memiliki kecenderungan untuk tumbuh lebih lambat atau membentuk tonjolan di saat usus tidak mendapatkan nutrisi yang memadai. “Tonjolan di kuku bisa menjadi tanda kekurangan nutrisi, seperti protein, zat besi, seng atau mineral,” ucap dia. Ia menegaskan pentingnya mengetahui makanan yang kita konsumsi setiap hari untuk membantu menentukan apa yang menyebabkan usus bermasalah.

5. Kuku mengalami kelainan bentuk

Kuku yang mengalami kelainan bentuk paling sering terlihat pada orang berusia lanjut, di mana bantalan kuku melengkung ke bawah. Kelainan bentuk pada kuku bisa menjadi indikasi masalah internal yang berhubungan dengan kondisi atau penyakit paru-paru, ujar Fiona. “Di saat kuku melengkung ke bawah, ini bisa berhubungan dengan kesulitan bernapas, kondisi paru-paru atau bahkan masalah kardiovaskular.”

6. Faktor lain

Sebelum mengunjungi dokter, lihat apakah ada faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan kuku. Menurut Fiona, faktor ini bisa meliputi penggunaan kuku palsu, kuku yang terkena benturan, terkelupas atau robek serta unsur lain yang dapat merusak kuku. Selain itu, tambah dia, kuku bisa kering jika kita mencuci tangan secara berlebihan, atau terlalu banyak menggunakan hand sanitizer.

 

 

Sumber: Kompas.com

Edit By: Yunianti 


Sekretariat
Yayasan Ginjal Indonesia
Jl. Kayu Manis X No.34, RW.1, Pisangan Baru, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13130

(021) 22111610
admin@yagin.co.id
Nomor Rekening

  3420406923
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  0060009995014
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

  706016648600
  a/n. Yayasan Ginjal Indonesia

bt_bb_section_top_section_coverage_image

© 2021 | Yayasan Ginjal Indonesia